Jumat 11 Jan 2019 12:18 WIB

Waspadai Risiko Hadiahkan Main Ponsel ke Anak

Membiasakan main ponsel sebagai hadiah ke anak bukan ide bagus.

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari
Anak bermain gadget.
Foto: flickr
Anak bermain gadget.

REPUBLIKA.CO.ID, ONTARIO -- Orang tua yang terbiasa memberi anaknya hadiah berupa izin waktu bermain ponsel menghadapi risiko kecanduan yang lebih tinggi. Studi terbaru dari kelompok peneliti University of Guelph di Kanada menemukan pemberian hadiah tersebut justru membuat anak-anak makin lekat dengan ponsel.

Mengizinkan anak bermain ponsel merupakan gaya pengasuhan yang banyak diterapkan orang tua di zaman sekarang. Namun membiasakan aktivitas itu sebagai 'hadiah' untuk anak bukanlah ide bagus.

Baca Juga

Para peneliti mendapati anak-anak yang waktu bermain ponsel-nya dikontrol berdasarkan hadiah atau hukuman rupanya lebih kecanduan ponsel ketimbang anak-anak yang tidak diperlakukan seperti itu. "Efek itu sama seperti ketika kita tidak mengonsumsi gula dan mengonsumsinya hanya ketika diri kita pantas mendapat hadiah. Ini akan meningkatkan rasa ketertarikan pada apa yang dibatasi tersebut," kata profesor dalam tim peneliti Jess Haines dilansir New York Post, Kamis (10/1).

"Saat Anda memberi kue sebagai hadiah pada anak, mereka akan makin tidak suka pada wortel dan makin menyukai kue. Hal yang sama terjadi juga pada ponsel," imbuhnya memberi analogi.

Hasil studi yang dipublikasikan di jurnal BMC Obesity itu meneliti efek praktik pengasuhan terhadap waktu yang dihabiskan anak di depan layar ponsel atau tablet. Riset ini melibatkan 68 orang tua dan 62 anak berusia 18 bulan hingga lima tahun.

"Kami ingin menginvestigasi dampak pengasuhan yang menerapkan aturan bermain gawai sebagai hadiah. Apa yang dikenalkan orang tua pada anak-anak di usia balita hingga pra sekolah cenderung menjadi rutinitas yang akan dilakukan anak hingga dewasa," ujar Lisa Tang, salah satu peneliti.

Menurutnya perangkat mobile seperti tablet dan ponsel sudah sangat populer di rentang usai tersebut akhir-akhir ini. Terus menerus bermain dengan gawai, lanjut Tang, akan menjauhkan anak dari interaksi yang membangun ketrampilan sosial dan akademik. "Harapan kami temuan ini bisa membantu para orang tua menerapkan pola asuh di era menjamurnya gawai seperti sekarang," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement