Rabu 07 Nov 2018 07:18 WIB

Jangan Ditutupi, Begini Cara Beritahu Anak Adopsian

Ortu tidak perlu takut kehilangan kasih sayang anak hanya karena jujur.

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari
Mengadopsi anak/ilustrasi
Foto: Republika/Prayogi
Mengadopsi anak/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Adopsi, menjadi salah satu cara untuk mewujudkan mimpi mendapatkan buah hati yang dinanti. Mengadopsi anak tapi seringkali masih dianggap tabu di kalangan masyarakat. Imbasnya, tak jarang orang tua yang terus menutupinya bahkan dari sang anak.  

Padahal, menurut Psikolog Anak, Vera Itabiliana, anak sebenarnya justru harus tahu sejak awal. "Bukan memberitahu, tapi membiasakan. Mulai dibacakan tentang adopsi dari kecil, misalnya, jadi dibiasakan mendengar, tahu," kata Vera di Jakarta dalam Event Parenting Talk di @ruangtumbuh.id di Kantor Kumparan, Jakarta, belum lama ini.

Si anak juga perlu mengetahui kalau dia tak hanya punya satu orang tua. Jika anak yang diadopsi masih bayi, maka bisa melalui cara dibiasakan sejak kecil. Namun, jika mengadopsi yang sudah berusia anak-anak, orang tua juga bisa terus pelan-pelan membiasakan pada anak.

"Ketika berdoa, misalnya, ajak, 'kita doain papa mama kamu di sini dan papa mama kamu di sana', jadi bukan terus ditutupi sampai baru dikasih tahu nanti," lanjut Vera.

Orang tua juga tidak perlu ragu memperlihatkan foto-foto yang berkaitan dengan masa lalu si anak. Contohnya, foto ketika ia diambil dari panti asuhan. Orang tua angkat tidak perlu menunggu memberi tahu sampai risikonya, anak menjadi marah.

Terkait kekhawatiran rasa sayang anak kepada orang tua kandungnya pun, tidak perlu cemas. Dari kacamata psikologis, anak tentu akan lebih sayang kepada yang merawat dan memberinya kasih sayang sejak dini.

"Pede saja. Kalau interaksi, sentuhan kita dengan anak terjalin dengan baik, terutama di dua tahun pertama, anak akan dekat dengan kita. Ada kasus yang berhasil dan bilang, sampai kapan pun, saya lebih sayang dengan ibu angkat saya," tuturnya.

NZ Anastasia, seorang ibu yang mengadopsi anak sekaligus penulis buku, Ketika Aku Diadopsi juga sudah mengondisikan anak sejak kecil. Menurutnya, jika anak sudah dikondisikan sejak dini hampir tidak akan ada ruang untuk marah.

"Saya pribadi pernah tanya ke anak, kamu mau ketemu nggak sama bunda ini, sempat ada momen dia nggak mau. Dia jawab, aku sudah pernah ketemu kok bun. Waktu aku lahir, aku ketemu, tapi dia ninggalin aku. Aku nggak sayang, nggak tiap hari ketemu," ujar Anastasia menirukan perkataan anaknya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement