Rabu 24 Oct 2018 19:17 WIB

Polres Manggarai Barat Rilis Aplikasi Komodo Police Line

Komodo Police Line guna menjamin rasa aman warga dan wisatawan di Labuan Bajo.

Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10).
Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10).

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Polres Manggarai Barat meluncurkan aplikasi "Komodo Police Online" guna menjamin rasa aman bagi masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Labuan Bajo dan sekitarnya. "Kami sengaja meluncurkan aplikasi ini yang terhubung ke telepon genggam dengan tujuan agar masyarakat atau wisatawan bisa langsung mengaksesnya jika terjadi sesuatu yang mengganggu keamanan," kata Kasat Intelkam Polres Manggarai Barat Iptu Cakra Mudra saat dihubungi Antara dari Kupang, Rabu (24/10).

Ia menjelaskan bahwa aplikasi "Komodo Labuan Bajo" adalah sebuah aplikasi yang menghubungkan seluruh informasi tanggap darurat dan kepariwisataan dalam satu aplikasi seluler. Cakra menambahkan, aplikasi itu adalah jawaban dari kebutuhan para pelaku pariwisata dan wisatawan di Manggarai Barat serta masyarakat umum akan adanya aplikasi yang menyajikan informasi mengenai lokasi pariwisata yang ada di Manggarai Barat.

"Disamping itu juga menyajikan lokasi dan kontak kantor-kantor yang penting apabila terjadi situasi darurat," ujarnya.

Kontak-kontak penting itu seperti Basarnas, Call Center Polres Manggarai Barat, Polisi Perairan, Pos Angkatan Laut, rumah sakit, dan Kantor Kesyahbandaran, hingga Pos Polisi atau Polsek terdekat. Lebih lanjut ia menambahkan melalui fitur utamanya yaitu "Panic Button", yaitu tombol darurat yang terhubung dengan seluruh anggota Polres Manggarai Barat, masyarakat sekarang beribu-ribu langkah lebih dekat dengan Kepolisian.

Berbagai situasi darurat bisa dilaporkan semudah dengan menekan "Panic Button". Seketika tombol panik ditekan maka lokasi kejadian darurat yang dilaporkan bisa langsung terdeteksi.

"Fitur ini diharapkan digunakan dengan bijak dan cermat, masyarakat yang mau menggunakan fitur ini terlebih dahulu harus mengunggah foto KTP dan foto dirinya serta mendaftarkan nomer telepon," tambah dia.

Cakra menambahkan bahwa diluncurkannya aplikasi itu juga karena Kepolisian Resor Manggarai Barat terpanggil untuk mewujudkan Sapta Pesona pertama. Selain fitur "Panic Button", berbagai informasi penting tentang pariwisata juga dihadirkan seperti informasi mengenai ramalan cuaca dan informasi mengenai pasang surut air laut.

"Melalui Aplikasi ini juga Polres Manggarai Barat berkomitmen untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti registrasi online untuk pelayanan SIM, STNK, SKCK, hingga izin keramaian masyarakat. Dalam aplikasi masyarakat bisa mengisi terlebih dahulu formulir permohonan untuk kemudian ketika datang ke Polres tinggal melampirkan berkas-berkas yang dibutuhkan," tambah dia.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement