Rabu 24 Oct 2018 11:01 WIB

IBF Jadi Harapan Besar bagi Penulis dan Penerbit

Ratusan sekolah Islam dan pesantren jadi pengunjung tetap Islamic Book Fair.

Sejumlah pengunjung saat menghadiri Islamic Book Fair (IBF) 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Ahad (22/4).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah pengunjung saat menghadiri Islamic Book Fair (IBF) 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Ahad (22/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pameran Buku Islam atau Islamic Book Fair (IBF) tidak hanya ditunggu-tunggu oleh masyarakat.  Pameran buku Islam terbesar di Indonesia itu juga selalu dinantikan oleh para penulis dan penerbit.

Apalagi di tengah situasi dunia perbukuan yang tengah lesu beberapa tahun belakangan ini. “IBF menjadi motivasi bagi penerbit buku Islam untuk menyiapkan buku-buku  terbaiknya. Di saat kondisi perbukuan  cukup lesu sekarang ini, IBF hadir memberikan harapan besar bagi insan perbukuan Indonesia khususnya bagi penulis dan penerbit,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI, Afrizal Sinaro dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (23/10).

IBF digelar setiap tahun oleh Ikapi DKI. IBF tahun 2018 diselenggarakan tanggal 18-22 April 2018 dan merupakan  IBF ke-17. IBF ke-18 akan diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, tanggal 27 Februari sampai dengan 3 Maret 2019.

Afrizal menambahkan, di sisi lain masyarakat juga sudah menunggu-nunggu IBF. Banyak sekali sekolah yang mengirimkan murid-muridnya ke IBF.  “Ratusan sekolah  TK, sekolah Islam, madrasah dan pesantren setiap tahun mengagendakan untuk  datang ke Islamic Book Fair,” ujar Afrizal yang juga direktur utama Penerbit Al-Mawardi Prima.

Afrizal berharap IBF memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat.  “Semoga event IBF Ikapi DKI  dapat dijadikan destinasi literasi Islami bagi masyarakat, demi terwujudnya masyarakat yg cerdas dan bermartabat,” papar Afrizal Sinaro.

Sebelumnya, Ketua Panitia IBF 2019, M Anis Baswedan mengatakan, IBF 2019 diminati para peserta. Hal itu terlihat dari tingkat partisipasi calon peserta yang mendaftar saat pemilihan stan (booth) untuk pameran buku-buku Islam tersebut.

“Lebih dari 80 persen, stan yang ditawarkan kepada calon peserta pameran sudah habis terjual,” kata M  Anis Baswedan, kepada Republika.co.id di sela-sela peluncuran IBF 2019 bertempat di Gedung Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (26/9).

Anis menjelaskan, dari 320 stan yang ditawarkan kepada calon peserta yang berasal dari penerbit dan nonpenerbit (penyedia multiproduk), 256 stan sudah diambil oleh peserta. “Pada penyelenggaraan IBF 2019, panitia penyelenggara menyediakan sekitar 320 stan di Hall A dan B JCC. Stan-stan tersebut berlokasi di ruang Mekkah (138 stan), Arafah (17 stan), dan Madinah (165 stan, meliputi lokasi stan Shafa dan Marwah),” papar Anis.

Anis mengatakan, ada sejumlah hal baru pada penyelenggaraan IBF 2019 nanti. Di antaranya, kata dia,  pameran akan dibuka pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. “Dan khusus untuk Jumat dan Sabtu akan digelar midnight sale. Pameran dibuka dari pukul 09.00 hingga pukul 23.00,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan karena banyaknya permintaan agar pameran diselenggarakan lebih panjang. “Setelah kami konsultasikan dan koordinasikan dengan pihak pengelola JCC, mereka merestui hal itu. Sehingga,  saat kami tawarkan kepada peserta, ternyata mereka menyambut baik hal ini. Alhamdulillah,” kata Anis.

Selain itu, lanjut Anis, pihaknya juga akan membuka kembali Halal Food Court. “Lokasinya berada di bagian belakang Hall B,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement