Selasa 02 Oct 2018 07:01 WIB

Kipas dengan Penyaring Udara bisa Turunkan Tekanan Darah

Paparan partikel debu kotor dan asap tingkatan risiko penyakit kardiovaskuler.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari
Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Foto: torange
Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tekanan darah tinggi adalah permasalahan kesehatan yang umum dialami oleh orang-orang berusia lanjut. Salah satu cara meminimalisir permasalahan kesehatan ini yaitu dengan menyediakan kipas dengan penyaring udara.

Menurut para ahli, dilansir dari Channel News Asia, orang tua yang tinggal di rumah dengan kualitas buruk bisa memiliki tekanan darah yang baik jika menggunakan kipas berfilter udara. Kondisi tekanan darah mereka jauh lebih baik dari pada yang tidak menggunakan kipas tersebut.

Baca Juga

Sering terpapar PM2.5, partikel debu kotor dan asap, telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa kipas berfilter udara bisa menurunkan risiko penyakit tersebut.

Manfaat penggunaan kipas berfilter udara itu diketahui dari hasil penelitian yang melibatkan 40 orang tua yang tinggal di perumahan di Detroit, Michigan. Perumahan itu terletak di kawasan perindustrian dengan kualitas udara yang buruk.

Kondisi tekanan darah mereka diukur setelah menggunakan tiga alat filter udara berbeda, masing-masing digunakan selama tiga hari. Ketiga jenis filter ini yaitu berdaya saring rendah, filter berdaya saring tinggi (HEPA) dan filter yang tidak membersihkan udara sama sekali.

Setelah menggunakan ketiga alat ini ditemukan perbandingan yang cukup signinifikan. Orang tua yang menggunakan HEPA terbukti menurunkan paparan PM2.5 hingga 53 persen. Dan dengan menggunakan fiter udara, tingkat tekanan darah orang dengan penyakit hipertensi lebih stabil seperti setelah menjalankan pola hidup sehat.

"Dengan alat yang tidak mahal seperti menambahkan filter udara pada kipas angin bisa menurunkan tingkat paparan PM2.5 serta tingkat tekanan darah. Kami berharap alat ini bisa juga membantu mencegah penyakit kardiovaskuler, secara meluas di dunia," kata Masako Morishita dari Universitas Negeri Michigan di East Lansing.

WHO menyebut sebanyak empat juta kematian per tahun disebabkan oleh paparan udara yang buruk. WHO merekomendasikan paparan terhadap udara kotor sebaiknya di bawah 10 mikrogram per meter kubik udara.

Penelitian ini menemukan bahwa rata-rata paparan udara kotor mencapai 15.5 mikrogram per meter kubik tanpa pemyaring udara, 10,9 mikrogram per meter kubik dengan filter berdaya saring rendah dan 7,4 mikrogram per meter kubik dengan HEPA.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement