Rabu 19 Sep 2018 11:17 WIB

Mitos Ibu Hamil Perlu Makan Dua Porsi Dipatahkan

Ibu hamil yang naik berat terlalu banyak berisiko hipertensi.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
Ilustrasi ibu hamil.
Foto: Photo by freestocks from Pexels
Ilustrasi ibu hamil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ibu hamil sering kali mendapatkan saran untuk makan lebih banyak dengan mencapai dua kali porsi biasa. Hal itu dilakukan untuk mengisi porsi diri sendiri dan bayi yang dikandungnya.

Anggapan tentang makan dua porsi ini ternyata harus mendapatkan koreksi. Sebab, ibu hamil tidak selalu harus makan lebih banyak mencapai dua kali porsi dari biasanya.

Baca Juga

Diterbitkan dalam jurnal Diabetologia, penelitian menunjukkan seorang wanita mendapatkan terlalu banyak atau terlalu sedikit berat badan selama kehamilan dapat memiliki efek buruk pada anak. Menurut analisis dari 905 pasangan ibu anak di Hong Kong, mendapatkan terlalu banyak berat badan dapat membuat keturunan pada peningkatan risiko resistensi insulin dan tekanan darah tinggi.

Bayi yang dilahirkan nantinya mungkin juga lebih rentan terhadap makrosomia, yaitu kondisi bayi baru lahir secara signifikan lebih besar daripada rata-rata. Mereka mungkin memiliki BMI lebih tinggi dari normal dan dapat menyebabkan risiko cardiometabolic lebih lanjut.

Pertambahan berat badan peserta diukur terhadap pedoman Institute of Medicine (IOM). Peneliti menemukan, wanita hamil yang mendapatkan berat badan lebih banyak daripada jumlah yang direkomendasikan IOM memiliki anak-anak dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan kontrol gula darah yang lebih buruk daripada mereka yang bertambah berat badannya di dalam rentang yang disarankan.

Menariknya, efek samping yang sama berlaku untuk wanita yang benar-benar mendapatkan berat badan kurang dari jumlah yang disarankan. Sehingga, menjaga berat badan dalam rentang disarankan begitu penting.

Rata-rata perubahan berat badan dari pra-kehamilan hingga melahirkan adalah 15 kg untuk wanita yang mengambil bagian dalam penelitian. Sebanyak 41 persen mengalami peningkatan berat melebihi kisaran yang disarankan dan 17 persen mengalami berat badan di bawah standar. Sedangkan 42 persen menambah berat badan dalam tingkat yang direkomendasikan.

Sementara pemimpin peneliti Profesor Wing Hung Tam tidak berpikir hasilnya berarti kita harus kembali ke praktik penimbangan rutin untuk wanita hamil. Dia mengatakan, penting untuk mendidik mereka tentang implikasi pertambahan berat badan kehamilan dan untuk menghilangkan teori “makan untuk dua orang”.

"Yang lebih penting adalah makan untuk dua orang bisa berbahaya," kata Profesor Hung Tam dikutip dari Independent, Rabu (19/9). Profesor Hung Tam menjelaskan, wanita hamil membutuhkan tambahan 300 kkal per hari. Mereka membutuhkan diet seimbang yang memenuhi persyaratan seperti itu dengan mikronutrien yang memadai.

“Mereka juga perlu melakukan olahraga ringan untuk menghindari penambahan berat badan berlebih,” kata Profesor Hung Tam.

Meskipun penelitian ini berfokus pada menyoroti efek buruk yang dapat terjadi pada kelebihan berat badan pada anak-anak, Hung Tam menjelaskan itu juga menimbulkan serangkaian risiko kesehatan bagi ibu. Masalah yang akan didapatkan ibu hamil seperti risiko diabetes mellitus yang lebih tinggi.

“Temuan ini memiliki implikasi penting untuk pencegahan dan pengobatan. Ada kebutuhan untuk kesadaran yang lebih besar dan pemantauan kenaikan berat badan selama kehamilan," ujar Profesor Hung Tam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement