Kamis 06 Sep 2018 13:25 WIB

Film Ini Sukses Tingkatkan Konsumsi Yakult di Korea

Saham Yakult bahkan ikut naik setelah tampil dalam film remaja populer.

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari
Minuman Yakult
Foto: EPA
Minuman Yakult

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yakult merupakan salah satu minuman probiotik yang sangat dikenal di berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Beberapa waktu terakhir ini, diketahui konsumsi yakult meningkat cukup drastis di Korea Selatan.

Ternyata, meningkatnya konsumsi minuman yogurt asal Jepang ini tak lain karena kepopuleran film komedi romantis Netflix berjudul 'To All The Boys I've Loved Before'. Karakter-karakter di dalam film ini diceritakan merupakan penggemar suatu minuman yang disebut 'smoothie yogurt Korea'. Cukup banyak adegan yang menunjukkan para karakter dalam film ini meminum 'smoothie yogurt Korea' tersebut dari sebuah botol kecil yang memiliki bagian penutup warna merah mengkilat.

Baca Juga

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, banyak penonton yang menebak bahwa 'smoothie yogurt Korea' yang diminum para karakter film sebenarnya adalah Yakult. Karena itulah, kepopuleran Yakult meningkat dan banyak dicari di Korea Selatan akhir-akhir ini.

Referensi Yakult dalam film 'To All The Boys I've Loved Before' juga menjadi perbincangan hangat di Twitter. Banyak pengguna Twitter yang merasa bernostalgia dengan referensi Yakult ini.

"Saya meminum ini setiap saat di Korea. Minuman ini membantu makanan bergerak dengan lebih lancar di sistem pencernaan saya," tulis salah satu pengguna Twitter.

Keterkaitan antara film 'To All The Boys I've Loved Before' dengan popularitas Yakult di Korea Selatan juga diungkapkan oleh Ketua M Science's TigerTags Mark Bachman. M Science's TickerTags merupakan sebuah perusahaan penelitian yang melakukan analisis hubungan antara media sosial dengan performa dari suatu perusahaan.

Bachman mengatakan Yakult merupakan minuman yang berasal dari Jepang dan merek Yakult sama sekali tidak disebutkan dalam film 'To All The Boys I've Loved Before'. Meski begitu, botol yang digunakan dalam film tersebut sangat jelas merupakan botol Yakult. Para penonton pun dengan mudah bisa menyadari hal tersebut.

Menurut Bachman, frekuensi penyebutan Yakult di sosial media meningkat pesat setelah film 'To All The Boys I've Loved Before' dirilis. Saham Yakult yang sebelumnya menurun sekitar enam persen karena pertumbuhan penjualan yang lambat juga diketahui mulai meningkat sekitar 2,6 persen sejak 17 Agustus. Bloomberg mengungkapkan saham ditutup 1,7 persen lebih tinggi pada Senin lalu. Ini merupakan pencapaian tertinggi sejak 31 Juli.

"Dengan mempertimbangkan peningkatan level percakapan, kami percaya Yakult mencapai brand awareness yang lebih baik, yang seharusnya berimbas pada volume penjualan yang lebih tinggi," pungkas Bachman seperti dilansir News.com.au.

Film 'To All The Boys I've Loved Before' diangkat dari novel remaja dewasa berjudul sama yang diterbitkan pada 2014 lalu. Novel ini menjadi menjadi topik yang banyak dibicarakan remaja sejak awal debutnya.

Sedangkan Yakult merupakan minuman yogurt asal Jepang yang bisa ditemui di berbagai belahan dunia. Laman Yakult mengungkapkan bahwa ada lebih dari 30 juta orang di dunia yang meminum Yakult setiap hari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement