Ahad 08 Apr 2018 12:50 WIB

Studi: Pisang Berpotensi Gantikan Minuman Berenergi

Karbohidrat dari pisang menjadi bahan bakar penting untuk otot.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari
Buah pisang.
Foto: Reuters
Buah pisang.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Mengonsumsi buah pisang bisa memberikan khasiat yang sebanding atau lebih dari minuman berenergi. Terutama, bagi para atlet yang membutuhkan asupan karbohidrat untuk isi ulang energi dan mempercepat pemulihan stamina.

Selama beberapa dekade, para atlet dan pelatih percaya bahwa konsumsi karbohidrat sangat penting selama olahraga. Karbohidrat menjadi bahan bakar penting untuk otot, mengurangi stres fisiologis, dan mencegah risiko peradangan.

Bentuk karbohidrat yang paling mudah dicerna adalah gula, baik glukosa, fruktosa, atau sukrosa. Banyak atlet memanfaatkan minuman energi tetapi dianggap perlu dibatasi konsumsinya karena tak alami serta mengandung perasa dan bahan kimia tertentu.

Peneliti di North Carolina Research Campus of Appalachian State University di Kannapolis, menganjurkan buah-buahan sebagai alternatif yang lebih sehat. Salah satunya adalah pisang yang memberikan manfaat anti-inflamasi.

Baca juga: Sarapan Hanya dengan Buah, Cukup Nutrisinya?

Pada studi lain yang diterbitkan di jurnal PLOS One bulan lalu, tim periset kembali menguji hal sama. Mereka meminta 20 pengendara sepeda untuk bersepeda sejauh 75 km dengan minum air, minuman berenergi, dan konsumsi pisang.

Peneliti mengukur kondisi para peserta sebelum dan sesudah bersepeda. Di antaranya tekanan darah sebagai penanda tingkat peradangan dan metabolit atau molekul yang menunjukkan sebanyak apa stres yang dialami tubuh.

Peserta studi yang hanya minum air menunjukkan level peradangan yang cukup tinggi. Tingkat itu jauh lebih rendah pada peserta yang bersepeda dengan durasi dan jarak sama tapi mengonsumsi pisang atau minuman energi selama prosesnya.

Namun, konsumsi pisang menyebabkan efek samping berupa rasa kembung yang kurang menyenangkan bagi peserta. Tim berencana mengeksplorasi hal itu dan meneliti buah lain seperti kurma yang mengandung lebih banyak gula dari pisang, dikutip dari Channel News Asia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement