Selasa 03 Apr 2018 19:34 WIB

Berhenti Gunakan Facebook Bantu Turunkan Level Stres

Peneliti buktikan puasa Facebook berefek pada kadar kortisol yang lebih rendah.

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari
Facebook
Foto: EPA
Facebook

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media sosial telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Fenomena media sosial telah membuat para ilmuwan meneliti bagaimana pengaruhnya terhadap para pengguna.

Dengan jumlah pengguna aktif mencapai dua miliar, Facebook menjadi media sosial paling populer di dunia saat ini. Namun skandal Cambridge Analytica menyebabkan banyak pemilik akun Facebook meninggalkan platform bikinan Mark Zuckerberg tersebut.

Setelah itu muncul pertanyaan, apakah berhenti menggunakan media sosial bisa berdampak positif terhadap kesehatan mental dan kehidupan? Para peneliti dari University of Queensland dan Australian Catholic University telah menganalisis bagaimana efek terhadap mental dan kesehatan seseorang bila ia menyetop aktivitas di Facebook.

Eksperimen ini melibatkan 138 pengguna aktif Facebook dan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta berhenti menggunakan Facebook selama sepekan. Sedangkan kelompok kedua dipersilakan menggunakan Facebook seperti biasa.

Baca juga: Stres Ternyata Bisa Memicu Munculnya Sariawan

Setelah sepekan, ilmuwan memeriksa konsentrasi dari hormon kortisol yang memengaruhi kadar stres dan kesehatan. Para ilmuwan juga memberikan sejumlah pertanyaan kepada responden yang berhubungan dengan suasana hati, rasa kesepian, dan kepuasan hidup.

Ternyata, mereka yang 'berpuasa' Facebook punya kadar kortisol yang lebih rendah dan memiliki kepuasan hidup lebih tinggi. Ini mengindikasikan berhenti menggunakan Facebook bisa menekan level stres. "Hasil studi kami menunjukkan bermain Facebook memang membuat penggunanya menerima banyak informasi. Namun berhenti menggunakannya bisa menurunkan level stres barang sejenak," jelas ketua tim peneliti Eric Vanman dilansir dari Indy100.

Para ilmuwan tidak tahu hal tersebut akan berlangsung berapa lama. Akan tetapi jika seseorang kembali menggunakan Facebook, kadar kortisol akan kembali meningkat. Oleh karena itu para peneliti menyarankan bila ingin merasakan suasana hati yang lebih rileks, sebaiknya seseorang berhenti mengakses media sosial. Hasil studi ini juga sudah dipublikasikan di Journal of Social Psychology dengan judul The Burden of Online Friends.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement