Selasa 27 Feb 2018 14:34 WIB

Pentingnya Deteksi Dini Kanker

Persiapan pengobatan akan semakin mudah.

Rep: Dessy Susilawati/ Red: Yudha Manggala P Putra
Warga menuggu antrian untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara dalam kegiatan pekan deteksi dini kanker di Puskesmas Kecamatan Senen, Jakarta, Selasa (11/10).
Foto: Republika/Prayogi
Warga menuggu antrian untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara dalam kegiatan pekan deteksi dini kanker di Puskesmas Kecamatan Senen, Jakarta, Selasa (11/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia kesehatan di Indonesia mencatat bahwa kanker didominasi oleh penyakit paru, kanker payudara, dan kanker serviks. Namun, jenis kanket tersebut disebut dapat diobati dengan presentasi keberhasilan sejumlah 43 persen.

Dalam kesempatan diskusi kesehatan, spesialis kanker RS Siloam Semanggi, Dr Jeffrey B Tenggara, SpPD, KHOM, mengatakan, pengobatan paling mudah melawan kanker adalah melalui deteksi dini.

"Meskipun kanker dapat diobati, dalam prosesnya membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Satu hal yang harus selalu kami ingatkan adalah lakukan deteksi dini dalam periode yang berkesinambungan. Misalnya, pencegahan suntik vaksin untuk cegah kanker serviks dan hepatitis," ujar Jeffrey dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (24/2).

Manfaat deteksi dini, menurutnya, apabila diketemukan kanker dalam fase stadium lanjut, tim ahli dapat melakukan penanganan pengobatan secara maksimal.

"Deteksi dini kanker sangat bermanfaat. Apabila diketemukan bakal calon kanker pada tubuh, persiapan pengobatan akan semakin mudah. Beda penanganan apabila pasien datang setelah menderita kanker secara akut," imbuhnya.

Kasubdit Penyakit Kanker dan Kelainan Dalam Kementerian Kesehatan, dr Niken Wastu Palupi, turut menyampaikan bahwa pihak Kementerian Kesehatan sejak 2012 telah meluncurkan kampanye CERDIK, yaitu kampanye sederhana guna mencegah timbulnya gangguan berbagai penyakit dalam, termasuk kanker.

Niken menjelaskan, CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. "Jika CERDIK dijalankan dengan baik, maka dapat mengurangi risiko terkena kanker," ujar Niken.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement