Ahad 25 Feb 2018 07:00 WIB

Faktor Genetik tak Buat Orang Mudah Menurunkan Berat Badan

Jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi seseorang bisa mengurangi berat badan.

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Israr Itah
Diet ketat (ilustrasi)
Foto: .
Diet ketat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, QUEENSLAND -- Sebuah penelitian di Amerika Serikat menujukkan, jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi seseorang bisa mengurangi berat badan. Penelitian ini juga mengatakan, faktor genetik bukan hal yang memudahkan seseorang dalam mengurangi berat badan. Sebelumnya, ada sebuah pernyataan yang mengatakan variasi genetik menyebabkan seseorang lebih mudah menurunkan berat badan. 

Terkait hal itu, Universitas Stanford melakukan sebuah penelitian. Penelitian tersebut dilakukan pada 609 orang dewasa yang kelebihan berat badan. Para objek penelitian ini sebelumnya menjalani tes genetik dan insulin dan kemudian baru secara acak menjalani diet rendah lemak atau rendah karbohidrat.

Setelah penelitian itu dilakukan, para peneliti menyimpulkan hal yang membuat perbedaan adalah makanan sehat yang dikonsumsi. Peserta yang mengonsumsi lebih banyak sayuran dan lebih sedikit makanan yang melalui proses atau minuman dengan perasa, berat badannya berkurang lebih banyak.

"Kita makan untuk memenuhi perut kita. Apabila kita memenuhi perut dengan sayuran, berat badan kita cenderung berkurang. Akan tetapi, apabila kita memakan kentang goreng atau soda, berat badan kita bertambah," kata Profesor Sekolah Kedokteran Universitas Griffith, Queensland, Lennert Veerman, dilansir dari Guardian, Ahad (25/2).

Ia menambahkan, meskipun beberapa diet bisa berhasil, yang paling sulit adalah mempertahankan diet tersebut. "Daripada melakukan diet, sebaiknya kita menemukan kebiasaan yang baru dan lebih sehat," tambah dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement