Senin 19 Feb 2018 12:45 WIB

Pembuktian Kekuatan Cinta Jakarta-Paris

Rizal Mantovani membawa warna lebih pada Eiffel I'm In Love 2.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari
Eiffel...I'm in Love 2
Foto: dok Soraya Intercine
Eiffel...I'm in Love 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjalani hubungan jarak jauh antara Jakarta dan Paris selama 14 tahun, bukan hal yang mudah bagi Tita (Shandy Aulia) dan Adit (Samuel Rizal). Selain jarak, komunikasi menjadi masalah yang kerap memicu pertengkaran diantara keduanya.

Ditambah sifat Adit yang masih saja cuek serta Tita yang konsisten dengan sifat manjanya membuat pertengkaran sulit untuk dielakkan. Belum lagi kesibukan keduanya sebagai arsitek dan dokter hewan menyita banyak waktu mereka.

Tita merasa ketiadaan jarak antara dia dengan Adit nantinya merupakan jawaban atas ketidakharmonisan hubungan mereka selama ini. Selain itu, kepergiannya ke Paris sekaligus ingin memastikan kelanjutan hubungan mereka yang selama ini kerap dipertanyakan oleh teman-teman Tita.

Sesampainya di Paris, Tita ternyata salah. Godaan yang lebih besar ternyata menguji kekuatan cintanya dengan Adit. Kelanjutan kisah cinta Tita dan Adit terangkum manis dalam Eiffel I'm In Love 2 yang kini sudah tayang secara serentak di bioskop.

Film bergenre drama ini merupakan sekuel pertama dari Eiffel Im In Love yang tayang pada 2003 silam. Meski digarap oleh sutradara yang berbeda, Eiffel I'm In Love 2 masih memiliki napas yang sama dengan film terdahulunya.

Eiffel I'm In Love disutradarai oleh mendiang Nasri Cheppy. Sementara sekuelnya kali ini diarahkan oleh sutradara kawakan Rizal Mantovani. Keduanya mampu mengarahkan karakter dan alur cerita sesuai zamannya.

Di tangan Rizal, Eiffel I'm In Love 2 disajikan dengan lebih berwarna mengikuti perkembangan cerita dari film pertama. Walaupun proses produksi berjarak 14 tahun, Rizal berhasil menjaga benang merah cerita.

Menurut Rizal, alur cerita menjadi kekuatan dalam film ini. Tanpa perlu mengangkat jargon sebagai film generasi zaman now, kekuatan cerita antara dua karakter utama dapat diterima oleh penonton.

"Sebenarnya kami tidak berusaha membuat film sesuai dengan generasi zaman sekarang. Kami hanya berusaha membuat film dengan cerita yang baik dan seru," kata Rizal.

Dinamika hubungan percintaan Tita dengan Adit juga semakin hidup dengan adegan-adegan kejutan yang sulit ditebak. Tidak hanya menyajikan drama serius penuh emosional, Eiffel I'm In Love 2 disisipi banyak komedi yang dapat mengundang gelak tawa penonton.

Belum lagi percakapan-percakapan keduanya yang sering berujung pertengkaran. Semuanya dikemas secara ringan dan menggemaskan.

Selain Shandy dan Samuel, beberapa nama pemain lama di film pertama yang terlibat di sekuel ini yaitu Tommy Kurniawan, Saphira Indah, Helmi Yahya, Hilda Arifin, serta Shakira Alatas. Serta ada pula karakter baru bernama Adam yang diperankan oleh Marthino Lio. Adam menjadi salah satu karakter penting dalam kisah cinta Tita dan Adit.

Berbeda dari film pertamanya, hampir 75 persen sekuel Eiffel I'm In Love ini berlokasi di Paris. Pemandangan berlatar menara Eiffel hingga suasana kota Paris di malam hari membuat penonton bisa turut merasakan keromantisan hubungan Tita dan Adit.

Selain visual, sentuhan musik dari tangan Melly Goeslow dan Anto Hoed turut membangun kesan romantis pada film ini. Pujaanku dan Tak Tahan lagi masih menjadi dua lagu utama yang mewakili adegan-adegan penting antara Tita dan Adit. Kedua lagu ini diaransemen ulang dengan nuansa yang lebih segar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement