Kamis 01 Feb 2018 08:35 WIB

Empat Penyakit Penyumbang 60 Persen Kematian di Indonesia

Sebagian besar penyakit tidak menular untungnya bisa dicegah.

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari
Ilustrasi Makanan Sehat
Foto: pixabay
Ilustrasi Makanan Sehat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM). Di antara beragam jenis PTM, ada empat jenis PTM yang dikategorikan sebagai PTM Utama karena menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia.

Salah satu PTM yang termasuk ke dalam PTM Utama adalah penyakit kardiovaskular. Tiga PTM lain yang juga termasuk ke dalam PTM Utama adalah kanker, diabetes dan penyakit pernapasan kronis.

"Empat penyakit ini pembunuh tertinggi, sebanyak 60 persen kematian disebabkan empat penyakit ini," ungkap Kepala Subdirektorat Diabetes Mellitus dan Gangguan Metabolisme drg Dyah Erti Mustikawati MPH dalam peluncuran H2 Health & Happyness Tepung Kelapa bersama PT Kalbe Farma Tbk di Jakarta, Rabu (31/1).

Jika tidak tertangani dengan baik, keempat penyakit ini berpotensi menyebabkan komplikasi yang sangat beragam, kecacatan hingga peningkatan biaya kesehatan. Tak hanya itu, empat penyakit ini juga memicu terjadinya kematian dini jika tak tertangani dengan baik.

"Kematian dini adalah kematian di bawah usia 70 tahun," lanjut Dyah.

Meski memiliki dampak yang besar, 80 persen dari kasus PTM Utama bisa dicegah. Pencegahan PTM Utama bisa dilakukan dengan menjauhi empat faktor risiko bersama.

Salah satu faktor risiko bersama dari PTM Utama adalah pola makan yang tidak sehat. Pola makan yang tidak sehat adalah pola makan yang tidak memiliki proporsi gizi seimbang. Proporsi gizi seimbang bisa dicapai dengan menerapkan konsep Piring Makanku. Jumlah makanan yang dikonsumsi juga harus sesuai dengan kebutuhan kalori per hari.

"Separuhnya harus serat, seperempat protein, seperempat karbohidrat (dalam satu piring makan)," jelas Dyah.

Selain proporsi makanan, Dyah juga menekankan pentingnya pembatasan asupan gula, garam dan lemak. Makanan bersantan, ikan asin, gorengan, maupun manisan buah merupakan beberapa contoh makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari karena mengandung cukup banyak gula, garam atau lemak.

Faktor risiko bersama yang kedua adalah pola hidup sedentari. Dyah mengatakan pola hidup yang minim aktivitas ini cukup banyak diadopsi masyarakat Indonesia. Pola hidup seperti ini harus diubah dengan cara membiasakan olahraga minimal 30 menit per hari sebanyak lima hari per minggu.

Faktor risiko bersama lain yang harus dihindari adalah rokok. Faktor risiko ini tak hanya dimiliki oleh perokok aktif tetapi juga perokok pasif yang terpapar oleh asap rokok. Karena itu, perokok pasif sebaiknya tidak enggan untuk melarang orang lain merokok di dekat mereka.

"Kalau Anda biarkan orang lain memaparkan asap rokok, Anda ikut berisiko," terang Dyah.

Konsumsi alkohol juga menjadi faktor risiko bersama dari empat penyakit yang tergabung dalam PTM Utama ini. Di Indonesia, Dyah mengatakan konsumsi alkohol tidak begitu dominan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement