Jumat 01 Dec 2017 16:05 WIB

Freediving Competition Sail Sabang Gembirakan Atlet Dunia

Peserta pawai menyaksikan Genderang Suling Gita Jala Taruna bermain musik saat Kirab Kota dan Pawai Budaya Sail Sabang di Sabang, Aceh, Rabu (29/11).
Foto: Antara/Zabur Karuru
Peserta pawai menyaksikan Genderang Suling Gita Jala Taruna bermain musik saat Kirab Kota dan Pawai Budaya Sail Sabang di Sabang, Aceh, Rabu (29/11).

REPUBLIKA.CO.ID, SABANG -- Ada yang menarik di Sail Sabang 2017. Sebelum acara puncak, sejumlah atlet freediving kelas dunia diajak untuk menyelami bawah laut Sabang yang sangat indah. Sebanyak 34 atlet dari 20 negara langsung bergembira. Semuanya terlihat antusias mengikuti kejuaraan yang digelar sejak 26 November - 1 Desember 2017 itu. 

“Sabang punya spot diving terbaik. Bahkan tidak kalah dengan lokasi diving yang ada di seluruh dunia. Kalau ingin memecahkan rekor dunia di sinilah tempatnya. Karena kedalaman laut Sabang di atas 30 meter,” kata Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh Ramadhani, Kamis (30/11).
 
Faktor keamanannya dijamin. Setiap peserta didampingi tim khusus serta petugas medis ketika bertanding. Maklum, kompetisi selam bebasnya tanpa alat bantu pernafasan. “Kita tidak mau main-main. Standar keselamatannya sesuai standar internasional. Total hadiahnya juga lumayan besar. Nominalnya mencapai Rp 200 juta,” imbuhnya.
 
Beragam layanan yang serba "wah" tadi langsung membuat atlet-atlet dunia gembira. Salah satu peserta freediving asal Malaysia, Radziah Radzi mengaku sangat senang mengikuti kompetisi selam bebas di Pulau Weh, Sabang. Menurutnya kompetisi tersebut dikelola dengan profesional. Standarnya pun internasional.
 
“Ini kompetisi internasional pertama saya. Alhamdulillah, lancar tadi. Visibiltasnya bagus. Tim pendampingnya professional. Saya bisa menyelam sampai 26 meter dan dapat kartu putih,” kata Radziah.
 
Menurutnya, Sabang merupakan pulau yang indah. Masyarakatnya pun ramah. Baginya, Sabang adalah tempat yang pas untuk para wisatawan Muslim. Masjidnya banyak. Makanan halalnya juga sangat mudah didapatkan.
 
“Saya tiba di Sabang pada 23 Desember dan berencana pulang pada 3 Desember. Namun sebelum pulang ke Kuala Lumpur, Malaysia, saya ingin melihat keindahan Banda Aceh lebih dahulu,” paparnya.
 
Hal senada juga diutarakan Darja Tjioe, peserta freediving dari Belanda. Menurut instruktur selam yang sudah satu tahun menetap di Bali tersebut, Sabang menawarkan pesona yang  tidak kalah indah dari Bali. “Sabang sangat indah. Akomodasinya murah, tapi kualitasnya tidak kalah dengan tempat lain. Pelayanannya sangat prima. Saya puas bertanding di Sabang,” katanya.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya sumringah. Layangan apresiasi pun langsung diarahkan ke panitia freediving competition yang telah menerapkan standar layanan berlevel global. “Pelayanan berstandar internasional itu menjadi kunci sukses di sektor pariwisata. Kenali Dunia, Kenali Musuhmu, dan Kenali Pelangganmu, maka kamu akan memenangkan peperangan,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

sumber : Kemenpar
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement