Kamis 19 Oct 2017 06:19 WIB

Mesty Ariotedjo Terinspirasi Ibu Lakukan Kegiatan Sosial

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Indira Rezkisari
Mesty Ariotedjo
Foto: dok Republika
Mesty Ariotedjo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Model cantik merangkap dokter Mesty Ariotedjo merupakan sosok yang banyak terlibat dalam kegiatan sosial. Ia mengaku hal itu terinspirasi dari sang ibu.

Brand ambassador terbaru Wardah ini mengatakan sejak kecil, Mesty sering melihat ibunya menolong orang dengan cara yang berbeda. Misalkan, dengan mengajak makan pemulung.

"Jadi saya belajar ketika saya memberikan hal sekecil apapun untuk orang lain, ada perasaan yang bahagia yang nggak bisa diungkapkan. Bahagianya terakumulasi terus," ujar nya.

Hal itu pula yang mengantarkan Mesty pada jurusan kedokteran dan menjadi dokter seperti sekarang. Sebab usai lulus SMA, ia ingin pekerjaanya bermanfaat secara nyata untuk orang lain tanpa harus berpikir banyak.

Karena itu perempuan berusia 28 tahun ini mendirikan sebuah platform bernama WeCare.id. Ini menjadi wujud kepedulian Mesty dalam bidang sosial.

WeCare.id berdiri sejak Oktober 2015 oleh Mesty dan temannya di bagian IT. Saat ini, jumlah pasien yang ada di WeCare.id sebesar lebih dari 300 pasien dari Sumatra hingga Papua dan total dana yang terkumpul sekitar Rp 2,4 miliar.

Skala prioritas pasien yang dibantu adalah pasien yang tingkat produktivitas dapat kembali tinggi dan pasien berpenyakit kronik, tetapi membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

"Sampai saat ini kami masih crowd funding (dan) dalam hal (ini) memiliki tiga sistem," katanya.

Sistem pertama adalah mediakator, yakni dokter-dokter yang berada di daerah mana saja dan memiliki pasien membutuhkan. Mereka bisa menghubungi WeCare.id agar dibantu. Contohnya, membutuhkan kursi roda atau susu dengan nutrisi tertentu

Sistem kedua yakni donatur yang ingin membantu WeCare.id. Setiap orang yang membuka WeCare.id dapat menyumbang mulai Rp 25 ribu. Para donatur bisa memilih pasien yang ingin dibantu atau juga bisa menyumbangkan uangnya untuk semua pasien. Di dalam WeCare.id, donatur dapat melihat database keuangan pengeluaran ke pasien.

Sistem ketiga yakni katalis. Sistem ini seperti penyebar informasi pasien yang membutukan. "Jadi misalkan kita punya tetangga. 'Aduh kasihan banget tetangga saya sakit atau misalkan ketemu orang nggak sengaja di jalan cuma foto saja, 'Mbak tolong bantu pasien ini alamatnya di sini', nanti kita yang akan menghubungi dan mencari tahu lebih lanjut seperti itu. Kemudian kita lagi dalam proses pengembangan ke arah Insurance tapi dalam hal lebih ke preventif dan rehabilitatif," ujar Mesty menjelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement