Jumat 28 Apr 2017 17:31 WIB

Menanti Kejutan di Dieng Culture Festival 2017

Sejumlah warga menerbangkan balon tradisional pada rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) V di pelataran candi Arjuna kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, tahun lalu.
Foto: Antara/Anis Efizudin
Sejumlah warga menerbangkan balon tradisional pada rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) V di pelataran candi Arjuna kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, DIENG -- Sejumlah kejutan siap dihadirkan dalam Dieng Culture Festival (DCF) 2017 yang digelar 4-6 Agustus 2017. "Banyak yang baru dalam gelaran DCF tahun ini. Kami siapkan banyak kejutan. Silakan agendakan hadir di Dieng pada Jumat-Minggu di pekan pertama bulan Agustus," ujar Ketua Panitia DCF, Alif Fauzi di Dieng, Rabu (26/4).

Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah menetapkan Dieng sebagai KSPN. Selain itu ada Borobudur, Kepulauan Karimunjawa dan Sangiran.

Alif menambahkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Kulon sebagai pemrakarsa sekaligus penyelenggara DCF terus mematangkan persiapan DCF 2017. Pendekatan-pendekatan terhadap pengisi acara dari luar Dieng maupun konsolidasi internal di kepanitiaan. Para pengisi dari Dieng Kulon juga mulai melakukan latihan-latihan untuk pentas.

Alif yang juga ketua Pokdarwis Dieng Kulon lantas menyebutkan hal-hal baru dalam pelaksanaan DCF 2017 ini. Dia menyebut dalam DCF selalu ada "festival dalam festival". Dan, festival dalam DCF 2017 adalah Festival Caping Gunung. Festival ini melibatkan pengunjung untuk aktif.

"Bagi pengunjung yang membeli tiket bersuvenir, maka kami bagi 1 caping dan 1 kuas. Lalu kami sediakan cat warna-warni. Silakan suvenir caping tersebut dihias. Yang terbaik akan mendapatkan apresiasi dari kami," terang Alif.

Yang juga baru dalam DCF 2017 adalah pergelaran Sendratari Rambut Gembel yang dimainkan oleh warga Dieng. Sendratari Rambut Gembel ini bekerja sama dengan ISI Surakarta. Berdurasi sekitar 1 jam.

"Untuk yang pertama ini 50% pemain lokal, 50% pemain dari ISI. Ke depannya, semoga bisa seluruhnya warga Dieng," tambah pemilik Acasia Homestay ini.

Artis Kejutan

Hal yang baru lagi dalam DCF 2017 adalah seminar atau workshop. Seminar ini diberi tajuk "Kongkow Budaya." Membincangkan persoalan-persoalan budaya dan pariwisata di Dieng.

Sedangkan kejutan yang dihadirkan menyangkut artis yang akan tampil dalam Jazz Atas Awan. Panitia DCF berkomitmen untuk tidak mem-publish siapa artis yang akan tampil dalam DCF ini.

Hal yang sama juga dilakukan pada tahun lalu. Hingga hari-H tak ada yang tahu kalau Anji Drive yang tampil. Pemilik Almond Homestay yang ditempati Anji pun tidak tahu.

"Untuk tahun ini pun kami simpan rapat-rapat artis yang akan tampil dalam Jazz Atas Awan 2017. Kami ingin orang hadir ke DCF bukan karena artisnya, bukan mengejar artisnya. Tapi ke Dieng karena DCF dan mendapat kejutan suguhan artis kelas atas," ujar Alif.

Menurut Alif, Kementerian Pariwisata juga akan memberi kejutan dengan membantu menghadirkan artis penyanyi jazz. Siapa yang hadir, juga masih rahasia. "Kalau mau terkejut-kejut, agendakan saja ke Dieng pada tanggal 4-6 Agustus itu," kata Alif berpromosi.

Dieng Culture Festival 2017 dengan tema 'The Spirit of Culture' menyajikan sejumlah acara. Di antaranya Ritual Cukur Rambut Gembel, Akustik Atas Awan, Kirab Budaya, Parade Kesenian, Pesta Lampion, Ekspo UKM dan Purwaceng.

Lokasi kegiatan semuanya di seputaran Komplek Candi Arjuna, Dieng Banjarnegara. DCF ini sudah menjadi agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement