REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Azis Gagap merasa bangga mendapatkan tawaran bermain The Last Barongsai. Alasan yang diajukan kepadanya membuat Aziz merasa begitu dihormati dan berharga.
"Karakter Aziz memang fiktif, sengaja saya buat dan memang dia harus ikut bermain di film ini," kata eksekutif produser Rano Karno saat jumpa pers film ini, Rabu (21/12).
Pengakuan Rano ini memang didasari untuk menunjukan fenomena yang memang terjadi di kehidupan masyarakat Tionghoa yang melingkupi kesenian barongsai. Kesenian itu saat ini sudah banyak dimainkan oleh warga non Tionghoa, bahkan mulai ditinggalkan oleh keturuanan Tionghoa sendiri. Melihat gejala itu, maka karakter Azis diciptakan untuk menangkap maksud tersebut.
Azis pun mengaku begitu bangga ketika pertama kali mendapatkan tawaran bermain film langsung dari Rano. Apalagi ucapan ketika menawarkan peran tersebut seperti menjadi tanda penghormatan kepadanya.
"Waktu itu saya lagi di kandang sapi, dan ternyata ada orang penting di Banten telefon saja ajak main film, dan bikin bangganya dibilang kalau bukan elu yang main, film ngga jadi," kata pria berusia 42 tahun itu.
Setelah diberikan sanjungan yang membumbungkan hati Aziz, maka seketika tawaran langsung diterima seketika. bahkan Azis tidak sabar untuk langsung berperan yang justru penggarapan film baru enam bulan setelahnya.