Senin 09 Feb 2026 13:26 WIB

Prevalensi Mata Kering Tinggi, Terapi Berbasis Lipid Kian Dibutuhkan

Di era digital, kesehatan mata dan penglihatan menjadi perhatian masa kini

Alcon SEA Cluster Head Patcharin Charmnoot
Foto: Alcon SEA
Alcon SEA Cluster Head Patcharin Charmnoot

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Prevalensi gangguan mata kering (dry eye disease) di Indonesia dan kawasan Asia terus menunjukkan tren peningkatan, seiring paparan polusi, penggunaan gawai yang intens, serta perubahan gaya hidup. Kondisi ini mendorong kebutuhan terhadap terapi yang tidak hanya melembapkan, tetapi juga mampu menjaga stabilitas lapisan air mata secara menyeluruh.

Studi retrospektif terhadap 159 pasien dry eye yang dipublikasikan dalam jurnal Cornea menunjukkan sekitar 50 persen pasien mengalami evaporative dry eye, 36 persen mixed dry eye, dan 14 persen aqueous deficient dry eye. Temuan ini menegaskan bahwa mayoritas pasien memerlukan pendekatan terapi yang mampu menstabilkan lapisan lipid pada air mata.

Kondisi tersebut semakin relevan di Asia, mengingat prevalensi Meibomian Gland Dysfunction (MGD)—penyebab utama evaporative dry eye—dilaporkan mencapai 46 persen hingga 70 persen. Faktor lingkungan, suhu, kelembapan udara, serta kualitas udara turut memperbesar risiko gangguan mata kering di kawasan ini.

“Berdasarkan studi yang kami lakukan, saat ini sekitar tiga dari empat pasien yang datang berkonsultasi ke dokter mata mengeluhkan gejala mata kering. Karena itu, dibutuhkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan terapi secara lebih komprehensif,” ujar Alcon SEA Cluster Head Patcharin Charmnoot, dalam keterangan resmi, Senin (9/2).

Merespons kebutuhan tersebut, PT Anugrah Argon Medica (AAM), entitas anak PT Medela Potentia Tbk (MDLA), bersama Alcon menghadirkan Systane® Complete Multi-Dose Preservative-Free, tetes mata berbasis lipid pertama di Indonesia yang dirancang untuk menangani seluruh spektrum mata kering.

Produk ini mengusung teknologi nano-sized lipid droplets yang dikombinasikan dengan Hydroxypropyl Guar (HP-Guar), yang berfungsi mendukung seluruh lapisan air mata, termasuk lapisan lipid. Dengan demikian, stabilitas tear film dapat terjaga lebih lama, sekaligus membantu meredakan berbagai gejala mata kering.

Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica Juliwaty mengatakan, kehadiran produk ini diharapkan dapat memperluas pilihan terapi bagi tenaga medis, khususnya dalam menangani pasien dengan evaporative dry eye dan MGD.

“Kami berharap Systane® Complete dapat menjadi solusi yang efektif dan praktis bagi tenaga medis dan pasien dalam menangani mata kering, terutama yang dipicu gangguan lapisan lipid,” ujarnya.

Selain formulasi berbasis lipid, produk ini juga menggunakan PureFlow® Technology, yakni kemasan multidose tanpa pengawet dengan katup satu arah yang dirancang untuk mencegah kontaminasi dan memudahkan penggunaan.

Ketua Indonesian Ocular Infection & Immunology Society (INOIIS) PERDAMI Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K), menilai kehadiran terapi tetes mata yang menargetkan gangguan lipid sebagai langkah maju dalam praktik klinis di Indonesia.

“MGD merupakan salah satu penyebab utama mata kering. Adanya tetes mata yang mendukung penanganan lapisan lipid memberi kemudahan baru bagi dokter dalam memberikan terapi yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Adapun peluncuran produk tersebut dilakukan pada awal Februari 2026 di Jakarta, yang diikuti oleh dokter spesialis mata dari berbagai rumah sakit dan klinik, serta diisi dengan simposium ilmiah terkait pendekatan terapi terkini untuk gangguan mata kering.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement