Rabu 23 Nov 2016 14:34 WIB

Gandeng UKM, Gogobli Fokus di Produk Kesehatan dan Kecantikan

situs belanja daring Gogobli fokus di penjualan produk kesehatan dan kecantikan
Foto: Gogobli
situs belanja daring Gogobli fokus di penjualan produk kesehatan dan kecantikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pangsa pasar produk kecantikan di Indonesia cukup besar. Tahun 2015 lalu penjualan produk kesehatan dan kecantikan tercatat mencapai 4,3 miliar dolar AS. Namun beberapa produk kesehatan dan kecantikan tersebut tidak menyebar secara merata di seluruh Indonesia.

Hal inilah yang kemudian menjadi latar dari Gogobli.com, pendatang baru di industri e-commerce yang mengkhususkan penjualan produk kesehatan dan kecantikan.

“Beberapa produk kesehatan dan kecantikan di Indonesia tidak semuanya tersebar merata di seluruh negeri ini, Gogobli.com hadir untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses ke produk tersebut dengan kualitas terjamin,” ujar Joe Hansen, Chief Operating Officer Gogobli.com dalam pernyataanya, Rabu (23/11).

Ada empat kategori produk yang dihadirkan. Pertama adalah suplemen, jamu, chinese herbal serta produk kecantikan.

Tidak hanya produk yang dihasilkan pabrik besar, Gogobli juga memberi ruang yang besar kepada UKM nasional. Dengan ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi dan etalase yang efektif bagi produk UKM nasional.

Guna menjaga kualitas, Gogobli menekankan hanya produk yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dapat dipasarkan.

"Jaminan produk kecantikan dan kesehatan diperlukan, karena pemakaian produk ini langsung dirasakan oleh tubuh, jadi harus beli dari sumber terpercaya,” jelas Joe Hansen.  

Selain itu, Gogobli juga punya respons cepat terhadap pelanggan yang mempunyai masalah dengan pengiriman. Yakni terdapat live chat yang memungkinkan pelanggan untuk bisa langsung berinteraksi dengan customer service.

"Pelanggan juga dapat mengembalikan barang yang tidak sesuai dengan produk yang dipesan," kata Joe.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement