Selasa 23 Aug 2016 14:31 WIB

Peduli Ibu dan Bayi dengan SMSbunda

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Ibu dan bayinya.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Ibu dan bayinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Sejumlah program pun dijalankan untuk menekan kematian ibu dan bayi yang baru lahir.

Salah satunya adalah JHPIEGO dengan program SMSbunda yang didukung oleh Mothercare. Vice President Mothercare, Lina Paulina menjelaskan sejak April 2016 Mothercare meluncurkan inisiatif pengumpulan dana dengan menyisihkan sebagian hasil penjualan baju tidur bayi di seluruh gerai Mothercare di Indonesia, untuk mendukung program SMSbunda. Dari pembelian baju tersebut tersebut pelanggan menyumbangkan Rp 5.000.

"Dari April 2016 hingga kini kami sudah mengumpulkan sekitar Rp 60 juta. Penggalangan dana berakhir hingga Desember 2016," jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/8).

Project Director SMSbunda, Sushanty menjelaskan program SMSbunda sendiri merupakan layanan berbasis SMS yang memberikan informasi gratis kepada ibu hamil sampai anak berusia dua tahun seputar praktik perawatan kesehatan, tanda bahaya pada ibu dan bayi baru lahir juga perawatan bayi baru lahir, langsung ke telepon genggamnya. "Layanan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu tentang praktik perawatan kesehatan yang tepat, dan dapat mengenali tanda bahaya selama kehamilan dan pada bulan pertama kelahiran," ujarnya.

Sebagai peritel dengan fokus pada ibu dan bayi serta anak, Mothercare mendukung penuh setiap upaya meminimalisir kelainan-kelainan atau kematian pada ibu dan anak. Berdasarkan data WHO diperkirakan 8.800 ibu meninggal dunia akibat komplikasi dalam masa kehamilan dan proses melahirkan. Sementara itu, dalam laporan IDHS 2012, disebutkan bahwa setidaknya 66 ribu bayi meninggal pada saat baru lahir di Indonesia.

Lina Paulina menambahkan Mothercare sebagai lembaga yang fokus pada ibu dan anak tidak dapat menutup mata terhadap fakta tersebut. "Dengan menyisihkan sebagian dari seluruh hasil penjualan di Mothercare Indonesia, kami berupaya memberikan dukungan nyata terhadap pendanaan program SMSbunda. Mothercare melihat program SMSbunda tepat sasaran dan mampu secara efektif memberikan intervensi yang dibutuhkan sehingga angka kematian ibu dapat dikurangi melalui pendampingan yang didukung dengan teknologi. Selain itu, program SMSbunda juga sejalan dengan misi Mothercare untuk mendukung ibu dimanapun mereka berada," tambahnya.

Sushanty mengatakan program SMSbunda memberikan layanan pendampingan kepada para ibu secara gratis, cukup dengan mendaftarkan ponsel dan mencantumkan tanggal perkiraan kelahiran. Jumlah pendaftar program ini mencapai lebih dari 280 ribu dan tersebar di 280 kabupaten.

Program donasi untuk SMSbunda telah berjalan di 33 gerai Mothercare dan akan berlaku pula di 5 gerai baru Mothercare di Indonesia hingga Desember 2016.

Program SMSbunda merupakan program kolaborasi antara JHPIEGO dengan Kementerian Kesehatan RI yang didanai oleh GE Foundation. JHPIEGo yang dikenal sebagai pemimpin global dalam penguatan sistem kesehatan dan peningkatan kapasitas pekerja kesehatan, menginisiasi berbagai inovasi dalam metode pelatihan dan teknologi sebagai solusi perawatan kesehatan yang praktis dan berbiaya rendah.

Sushanty, menjelaskan Indonesia adalah negara dengan tingkat kematian ibu tertinggi di Asia Tenggara, mencapai 359 per 100 ribu proses kelahiran dengan 60 persen kematian bayi terjadi pada bulan pertama kehidupan. Data menunjukkan bahwa hanya 53 persen ibu atau keluarga yang menyadari tanda-tanda komplikasi selama kehamilan. Program SMSbunda dapat menjangkau ibu hamil dengan informasi perawatan antenanal, kelahiran dan paska kelahiran melalui teknologi SMS yang lebih ramah terhadap ibu dan luas jangkauannya. Dukungan dari Mothercare sangat membantu dalam upaya untuk menyebarkan layanan ini sehingga lebih banyak ibu dan bayi di Indonesia yang dapat diselamatkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement