Senin 30 May 2016 06:30 WIB

Kipas Angin Buat Orang Korea Mati, Benarkah?

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
Kipas angin
Foto: pexels
Kipas angin

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Menurut Anda, peralatan listrik apa yang paling berbahaya yang ada di rumah? Bagi kebanyakan masyarakat Korea Selatan, kipas angin listrik justru mendapatkan peringkat paling atas sebagai alat berbahaya.

Orang Korea Selatan percaya jika pisau yang berputar ketika kipas dinyalakan dapat menyebabkan kematian ketika tiba-tiba terhempas. Untuk mengakali paranoid itu, saat ini banyak produsen kipas angin memberikan timer kepada barang mereka.

Di samping itu, beredar juga pendapat jika angin yang dihasilkan kipas angin dapat membunuh. Alasannya karena  udara dingin yang beredar di ruang tertutup dapat menyebabkan hipotermia, menyebabkan kegagalan organ.

Mungkin mereka beranggapan menghisap oksigen dari kipas angin dan membuat mati lemas. Beberapa takut bahwa kipas itu sendiri mengubah molekul oksigen menjadi karbondioksida.

"Jika tubuh terkena kipas listrik atau AC terlalu lama, hal itu menyebabkan tubuh kehilangan air dan hipotermia. Jika langsung bersentuhan dengan kipas angin, ini bisa mengakibatkan kematian dari peningkatan konsentrasi saturasi karbon dioksida dan penurunan konsentrasi oksigen. Risiko yang lebih tinggi untuk orang tua dan pasien dengan masalah pernapasan," kata Dewan Konsumen Korea Selatan, dikutip dari The Malay Mail Online.

Dalam pernyataan tersebut juga diungkapkan jika tahun 2006 sesak napas diakibatkan kipas angin dan Ac menjadi salah satu lima kecelakaan musim panas yang berulang. Pada tahun 2003 hingga 2005, terjadi 20 kasus yang berhubungan dengan sesak napas karena kipas angin.

"Untuk mencegah sesak napas, timer harus diatur, arah angin harus diputar dan pintu harus dibiarkan terbuka," kata Dewan Konsumen Korea Selatan.

Meski begitu, pemerintah Korea Selatan menolak teori tersebut. Terlebih lagi hal itu tidak didukung teori yang kuat. Pemerintah justru menduga anggapan itu muncul sebab pemikiran dari pemerintahan otoriter tahun 1970 yang mencegah warga untuk menghemat listrik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement