REPUBLIKA.CO.ID, Anda suka membuat popcorn atau berondong jagung? Anda pasti tahu jika membuat popcorn akan menimbulkan suara seperti letusan.
Walaupun suara letusan keras mungkin masih membingungkan kita. Tapi para ilmuwan telah melakukan langkah besar ke arah pemahaman yang lebih rinci (dan bisa dibilang lebih penting) tentang letusan saat meracik popcorn.
Terima kasih untuk tim peneliti Perancis, kita sekarang memiliki gambar paling lengkap tentang transisi biji jagung menjadi makanan ringan popcorn.
Dalam setiap biji popcorn, ada sebuah tetesan air kecil yang dikelilingi oleh lubang dari sebagian besar zat tepung. Dalam suhu 212 derajat Fahrenheit, air berubah menjadi uap panas dan bercampur dengan zat tepung untuk membuat panas, massa adonan.
Tekanan dibangun di kulit sampai akhirnya, pada suhu 356 derajat, diterobos. Pada 15 detik berikutnya sebuah panas cepat bertindak. Jadilah ebuah “kaki” dari tepung lembut muncul dari kulit retak menendang beberapa sentimeter.
Uap air menerobos kulit seperti ketika Anda menyumbat sebuah botol sampanye. Memancarkan panas tanda popcorn meletus. Kulit terus mekar berputar, akhirnya mengkonversi uap panas dan tepung menjadi popcorn lunak yang kita kenal dan cinta, dikutip dari Reader's Digest.
Pada akhir pembuatan popcorn setiap kulit yang keluar sekitar dua kali lebih besar dan seperdelapan masih padat sebelum meletus. Apakah Anda harus menutupi popcorn dalam mentega atau minyak zaitun ketika memasaknya, sabar itu jadi pertanyaan untuk hari lain.
(baca: Misteri Berkurangnya Rasa Gatal Setelah Digaruk Terjawab)