Jumat 21 Nov 2014 16:06 WIB
Kontes World Muslimah 2014

Kontestan World Muslimah Award Harus Bangun Malam untuk Tahajud

Rep: C01/ Red: Winda Destiana Putri
World Muslimah Award 2014
Foto: Worldmuslimah.org
World Muslimah Award 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kegiatan sehari-hari yang dilewati oleh para kontestan World Muslimah Award 2014 sangat sarat nilai-nilai Islami. Salah satunya ialah, tiap kontestan harus memulai aktivitasnya diawali dengan shalat tahajud.

Jika kontes kecantikan lain mungkin baru memulai aktivitasnya pada pukul 08.00 WIB, para kontestan World Muslimah Award 2014 harus sudah memulai aktivitas mereka sejak pukul 03.00 WIB dan mengawalinya dengan shalat tahajud bersama.

Setelahnya, para kontestan tidak kembali tidur, melainkan melakukan pengajian bersama di mana mereka saling belajar untuk memperbaiki tajwid dan hal-hal lain, hingga tiba waktu shalat Subuh. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan olahraga, sarapan, lalu mulai beraktivitas.

Kegiatan-kegiatan tersebut rutin dilaksanakan selama 12 hari sejak 9 November 2014. Founder dan CEO dari World Muslimah Foundation Eka Shanty menjelaskan, kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk merevolusi kebiasaan. Eka tak menampik jika jadwal kegiatan tersebut cukup menantang bagi para kontestan.

"Terutama bagi kontestan luar negeri yang belum terbiasa dengan perbedaan waktu antar negara, juga jetlag-nya," terang Eka, Jumat (21/11).

Eka menjelaskan nilai-nilai keislaman inilah yang menjadikan World Muslimah Award tidak seperti ajang kecantikan pada umumnya.

Selain dari nilai-nilai keislaman yang diterapkan, yang membuat World Muslimah Award berbeda ialah, ajang ini lebih mengutamakan keseimbangan antara jiwa, raga dan hati tiap kontestannya. Misalnya, jika dalam kontes kecantikan lain kontestannya akan mengukur ukuran tubuh, kontestan World Muslimah Award hanya dilihat dari segi kebugarannya.

"Mereka dicek kesehatannya, bukan diukur ukuran (tubuh)-nya," jelas Eka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement