Jumat 21 Nov 2014 13:40 WIB
Kontroversi World Muslimah 2014

Grand Final World Muslimah Award 2014 Siap Diselenggarakan

Rep: C01/ Red: Winda Destiana Putri
World Muslimah Award 2014
Foto: Worldmuslimah.org
World Muslimah Award 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah menjalani proses karantina selama 12 hari, malam Grand Final World Muslimah Award 2014 siap dilaksanakan hari ini (21/11).

Bertempat di pelataran Candi Prambanan, perhelatan akbar malam puncak dari World Muslimah Award 2014 siap memukau pengunjung yang datang.

World Muslimah Award sendiri merupakan kontes yang diperuntukkan bagi wanita Muslimah di seluruh dunia. Kontes ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Islam dan menunjukkan bahwa wanita Muslim juga memegang peranan penting dalam kehidupan.

Kontes yang mulai berjalan pada 2011 ini, sebelumnya hanya diperuntukkan bagi muslimah di Indonesia saja. Namun, negara-negara di luar seperti Belanda, Banglasdesh dan Iran, serta negara lainnya pun siap bertarung di ajang kecantikan ini.

Karakter dari Muslimah yang dicari dari ajang ini ialah para Muslimah yang memiliki kategori tiple S, solehah, smart, dan stylish. Penilaian yang diterapkan dalam ajang ini pun cukup ketat.

Pertama, tes medical check up yang diberi bobot sebanyak 10 persen. Kemudian, dilakukan pula deteksi analisa sidik jari untuk mengetahui potensi genetik yang bobot penilaiannya sebesar 20 persen.

Sebanyak 30 persen bobot penilaian akan ditetntukan dalam grand final. Dan, bobot penilaian terbesar, yaitu 40 persen, diberikan melalui penilaian kegiatan sehari-hari.

"Daily Activities betul-betul mengkonfirmasi hasil dari psikotes dan juga genetic potential-nya," terang Founder dan CEO dari World Muslimah Foundation Eka Shanty, Jumat (21/11).

Meskipun beberapa organisasi masyarakat (ormas) menyatakan ketidaksetujuannya akan pelaksanaan kontes kecantikan bagi Muslimah ini, Eka menyatakan tetap akan berfokus saja pada hal-hal baik yang bisa dicapai melalui pelaksanaan World Muslimah Award.

Eka menjelaskan, ajang ini merupakan pekerjaan kita di media untuk mempromosikan Islam, kemudian ada pengaplikasian langsung terhadap nilai-nilai islam, dan juga sarat dengan pesan. "Singkat katanya, World Muslimah adalah on-air, on-ground, on message," jelas Eka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement