Selasa 14 Jan 2014 07:04 WIB

Wow, Gamelan Sukses Tembus Hollywood

Gamelan
Gamelan

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Saat menggarap film kedua dari trilogi film Hobbit ini, Peter Jackson memang sengaja mencari suara musik yang baru, khususnya musik dari Timur. Inilah yang mengawali keterlibatan kelompok gamelan Jawa, Gamelan Padhang Moncar, di Selandia Baru dalam film yang juga melibatkan animator Indonesia, Rini Sugianto dalam penggarapan karakter animasinya.

Semua ini berawal dari keikutsertaan kelompok gamelan Padhang Moncar dalam beberapa pementasan New Zealand Symphony Orchestra, kelompok yang menggarap ilustrasi musik, khususnya musik Barat untuk film the Hobbit ini.

“Dari sana mulai ada titik terang. Music Director dari the Hobbit menghubungi New Zealand Symphony Orchestra dan mereka memberikan nama saya untuk melihat gamelan,” papar Music Director dari kelompok Gamelan Padhang Moncar, Budi Surasa Putra (44 tahun), kepada reporter VOA, Dhania Iman, baru-baru ini.

Proses hingga terpilihnya gamelan untuk digunakan dalam ilustrasi musik film the Hobbit ini tidak pendek. Pihak film the Hobbit tidak lantas setuju begitu saja untuk menggunakan gamelan dalam penggarapan ilustrasi musiknya. Setelah melihat langsung instrumen gamelan milik kelompok Gamelan Padhang Moncar, Budi kemudian memberikan rekaman contoh musik gamelan untuk didengarkan lebih lanjut.

“Langkah selanjutnya, mereka datang dengan kru dan mencoba untuk merekam suara-suara itu (gamelan). Setelah itu mereka coba memasukkan nada-nada yang mereka mau di suara gamelan, yang seperti ada di trailer,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai dosen mata kuliah gamelan di New Zealand School of Music di Selandia Baru ini.

Salah satu adegan dimana alunan gamelan terdengar adalah ketika karakter Bilbo Baggins yang diperankan oleh aktor, Martin Freeman, berjalan di atas harta karun di Lonely Mountain, tempat tinggal para kurcaci yang telah diambil alih oleh sang naga atau Smaug. Suara gemerincing koin emas yang tersimpan di Lonely Mountain tersebutlah yang dihasilkan oleh suara gamelan.

“Suara gamelan itu sudah dicampur dengan suara musik-musik yang lain. Mungkin dari banyak adegan-adegan itu ada suara gamelannya, karena jenis suara yang direkam itu banyak sekali,” cerita Budi yang sudah menetap di Selandia Baru sejak tahun 1996 ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement