Sabtu 27 Jul 2013 15:00 WIB

Menarik, Desain Batu Bata Khusus untuk Sarang Burung

Batu Bata Burung, komposisi susunan lima batu bata dengan lubang 1,25 inci untuk tempat bersarang burung kecil yang bisa dipasang pada dinding konstruksi bangunan baru.
Foto: AARON DUNKERTON
Batu Bata Burung, komposisi susunan lima batu bata dengan lubang 1,25 inci untuk tempat bersarang burung kecil yang bisa dipasang pada dinding konstruksi bangunan baru.

REPUBLIKA.CO.ID, Burung bersarang di tempat yang aneh dan paling tidak biasa. "Anda bisa jumpai mereka bersarang di bawah genteng yang longgar atau di dalam ventilasi rusak," ujar desainer asal Inggris, Aaron Dunkerton.

Hanya saja begitu bangunan kian rapat demi perbaikan insulasi dan ruang hijau menghilang akibat urbanisasi, burung gereja ikut kehilangan bagian besar mereka membuat sarang di sana.

 

Selama tiga dekade, populasi burung gereja rumahan di Inggris menurun 70 persen dan di negara itu, burung tersebut bahkan masuk daftar spesies langka. Dunkerton, mahasiswa di Kingston University, seperti diberitakan oleh Wired, berupaya memberikan solusi lewat 'Bird Brick" atau Batu Bata Burung, lima susun batu bata yang bisa dibangun di dinding rumah dan bangunan untuk menghadirkan sarang bagi burung.

 

Desain Dunkerton terdiri dari lima batu-bata buatan tangan yang disusun sehingga memiliki lubang bukaan. Lubang itu berukuran 1,25 inci, cukup bagi burung kecil seperti burung gereja (atau varietas burung kecil lain) untuk bersarang dengan nyaman, tapi masih cukup kecil untuk menjaga dari pengunjung tak diinginkan.

Gagasannya, si pemilik bangunan bisa memasangnya dalam konstruksi dinding baru. "Burung gereja rumahan adalah burung yang sangat sosial dan suka bersarang dalam koloni kecil," kata Dunkerton. Bata ini, idealnya, bermanfaat bila dipasang pada ketinggian 2 meter hingga 5 meter dari dasar bangunan.

Bata menurut Dunkerton, tidak terlalu butuh banyak perawatan dan mudah disertakan dalam arsitektur di Inggris. Satu yang paling penting, material ini memiliki temperatur yang pas untuk menjaga telur burung tetap aman.

Tak seperti terakota, batu bata memiliki variasi kelembaban dan suhu rendah, yang berarti lambat menyerap panas sepanjang hari dan melepaskannya di malam hari, sehingga mencegah telur terlalu panas atau terlalu dingin. Itu berarti bata cocok untuk lingkungan stabil dalam musim berkembang biak.

Sang desainer mendapat bantuan dari MBH Freshfield Lane, perusahaan yang memiliki spesialisasi membuat kerajinan batu bata untuk mencetak desainnya. Ia akan menguji coba Batu Bata Burung musim panas tahun depan karena musim berkembang biak burung tahun ini sudah lewat.

"Mimpi saya, desain ini bisa diadopsi dalam undang-undang sehingga semua bangunan baru harus mengikutsartakan dua atau tiga item dalam dindingnya. "Bila itu terjadi, maka sarang ini tak hanya bermanfaat bagi burung gereja, tetapi burung kecil lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement