Senin 11 Mar 2013 09:00 WIB

Mengintip Bisnis K-Pop di Korea (2)

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Fernan Rahadi
Boyfriend
Foto: soompi
Boyfriend

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Ketika Boyfriend mengatakan bahwa mereka masih belum mencetak keuntungan untuk manajemen mereka, itu mungkin berarti baru sebagiannya. Mereka mungkin sudah melunasi biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk debut mereka, namun mereka belum membayar kembali berapa banyak biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk masa trainee mereka yang rata-rata berlangsung satu hingga dua tahun.

Di Korea Selatan, seorang trainee mendapatkan seluruh fasilitas secara gratis. Itu berarti mereka mendapatkan fasilitas makanan, perumahan, pakaian, perumahan (asrama), dan biaya sekolah. Biaya paling utama adalah biaya pelatih. Dan, tak semua peserta trainee berhasil hingga ke panggung debut.

Jadi, ketika sebuah perusahaan hiburan di Korea Selatan mengambil 100 orang peserta trainee dan membiayai kehidupan mereka setidaknya selama setahun, maka setidaknya mereka membutuhkan waktu 10 tahun untuk bisa mengembalikan biaya yang sudah mereka habiskan untuk melatih 100 orang trainee tadi. Itulah harga sebuah 'kesempurnaan' bagi perusahaan hiburan Korea. Tak heran jika boyband dan girlband, termasuk vokal solo yang mereka hasilkan mampu dengan cepat mendunia.

Banyak perusahaan label yang mengambil trainee yang awalnya sama sekali tak ada basis menari, tak pernah punya pengalaman menyanyi, apalagi menggubah lagu. Oleh karena alasan itulah perusahaan-perusahaan di Korea Selatan menghabiskan beberapa tahun untuk mengajarkan trainee mereka beberapa keterampilan dasar bermusik dan bernyanyi.

Kita semua mungkin telah mendengar beberapa cerita tentang perekrutan perusahaan hiburan Korea Selatan yang mengutamakan penampilan fisik. Banyak di antara perusahaan yang terkesan memungut orang baru di jalanan sebab anak itu memiliki aura bintang. Itulah bagaimana Nichkhun 2PM, Jessica Girls Generation, dan Dani T-ara ditemukan.

Mereka semua awalnya sama sekali tak bisa menyanyi dan menari. Namun karena mereka cantik dan tampan, serta memiliki aura bintang, perusahaan rela mengeluarkan uang lebih untuk memoles anak-anak seperti mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement