Senin 18 Feb 2013 05:40 WIB

Diwarnai Kericuhan, Ras Muhammad Terbitkan Buku

Penyanyi beraliran reggae Ras Muhammad memeriahkan panggung utama Jakarta Fair 2011 atau Pekan Raya Jakarta di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (13/6).
Foto: Republika/ Aditya
Penyanyi beraliran reggae Ras Muhammad memeriahkan panggung utama Jakarta Fair 2011 atau Pekan Raya Jakarta di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (13/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ras Muhammad resmi meluncurkan buku karyanya tentang perjalanan musik reggae, Ahad (17/2) kemarin.

Bens Leo, pengamat musik yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, Ras Muhammad mencetak sejarah sebagai penyanyi Indonesia yang mampu menuliskan idenya dalam bentuk buku karyanya sendiri berjudul "Negeri Pelangi: Catatan Perjalanan Duta Reggae Indonesia ke Ethiopia."

"Sepanjang pengamatan saya, ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia seorang penyanyi menulis bukunya sendiri, dan diluncurkan dalam konferensi pers di depan komunitasnya," kata Bens Leo di Tee Box Cafe, Jakarta Selatan.

Bens mengatakan bahwa buku tersebut memberi inspirasi bagi siapa saja melalui idealisme reggae.

"Orang awam yang membacanya akan menjadi tahu seperti apa reggae sebenarnya. Nilai lebih dari Ras Muhammad adalah mampu menyuntikkan nilai-nilai Indonesia dalam musik yang melekat pada sosok Bob Marley asal Jamaika," kata Bens pula.

Dia menilai bahwa Ras telah menggabungkan idealisme Bob Marley dengan ajaran Bung Karno yang menyerukan antiperbudakan.

Sejumlah tur dunia, masih menurut Bens, membuktikan keberadaan Ras di belantika musik internasional termasuk aktualisasi diri dan kepekaan sosial Ras Muhamad sebagai Duta Reggae Indonesia.

Beberapa tur dunia yang sempat diikutinya, antara lain "Declaration of Truth" pada tahun 2005, "Reggae Ambassador" (2007), dan album barunya "Next Chapter".

Dalam acara peluncuran buku tersebut sempat diwarnai kericuhan, saat polisi menembakkan gas air mata ke arah penonton.

Kejadian itu bermula ketika para penonton gusar tidak dapat masuk ke kafe tempat peluncuran buku yang dilanjutkan dengan penampilan musik.

Petugas keamanan kafe menahan beberapa penonton agar tidak masuk ruangan, mengingat pengunjung sudah memadati ruangan sesuai kapasitasnya. Polisi bahkan harus menembakkan gas air mata untuk meredam kericuhan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement