Jumat 04 Jan 2013 07:38 WIB

Krisis Lagu Anak, Ajang Lomba Cipta Lagu Anak Digelar

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Setyanadivita Livikacansera
Penyanyi Cilik, Tasya Kamila
Foto: wikipedia/kapanlagi.com
Penyanyi Cilik, Tasya Kamila

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kurang berkembangnya lagu anak-anak dalam musik anak Indonesia membuat para pendidik khawatir. Pasalnya, anak-anak saat ini lebih sering tampil membawakan lagu dewasa.

Hampir 90 persen dari populasi anak Indonesia saat ini cenderung membawakan lagu-lagu orang dewasa yang sedang populer. Sementara itu, para orangtua, pendidik dan pemerhati khawatir melihat fenomena penyanyi cilik yang terbiasa menyanyikan lagu dewasa tanpa pengertian dan penghayatan yang sesuai dengan usia mereka.

Untuk kembali menggalakkan lagu anak di Indonesia, Ajang Lomba Cipta Lagu Anak (ACILA) Indonesia digelar kembali. ACILA 2011 telah berhasil menyaring 12 lagu finalis bergenre pop Indonesia. Namun memiliki lirik yang sarat pendidikan, etika, moral, dan semangat anak-anak.

Tika Bisono, Ketua Pelaksana Acila Indonesia 2013, mengatakan lagu-lagu tersebut dapat menjadi rujukan yang kreatif, harmonis dan edukatif. Dengan begitu, proses tumbuh kembang anak dapat sesuai dengan usia dan tahap perkembangan, nilai kehidupan dan spiritual, serta intelegensi musikalnya.

Sebelumnya, lagu anak-anak dan penyanyi cilik telah muncul sejak tahun 60-an hingga 90-an. Seperti penyanyi cilik di era 70an hingga 80-an, Nanin Sudiar, Anita Tourisia, Bu Kasur, Pak Kasur, Ira Maya Sopha, Santi Sardi, Chicha Koeswoyo, dll. 

Kemudian di era 90-an muncullah pencipta lagu anak seperti Papa T Bob dan penyanyi cilik seperti Enno Lerian, Puput Melati, Bondan Prakoso, Trio Kwek-Kwek, Joshua, Tasya, Sherina, dan Tina Toon.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement