Selasa 13 Mar 2012 10:04 WIB

Supaya Pekarangan Rumah Subur, Ini Dia Kiatnya

Pupuk organik/ilustrasi
Foto: wikipedia
Pupuk organik/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Memiliki taman kecil di pekarangan rumah dengan berbagai jenis tanaman di dalamnya terasa begitu mengasyikkan. Udara bersih nan segar akan berputar setiap saat. Selain itu, rumah pun akan terlihat asri dengan adanya tanaman yang ditata dengan rapi. Namun sayangnya, saat ini, kenikmatan seperti itu sangat jarang dirasakan di kota-kota besar, seperti Jakarta.

Jakarta sudah disesaki banyak bangunan tinggi menjulang. Begitu sedikit menyisakan tanah subur yang dapat ditanami tanaman. Halaman luas adalah suatu kemewahan. Sedangkan halaman sempit dan tidak subur merupakan hal yang lazim kita temukan. Halaman sempit disebabkan oleh pesatnya pembangunan fisik, seperti gedung perkantoran dan perumahan, di kota. Pada lahan yang sama rumah dibangun, dibongkar, dibangun, dan dibongkar. Dan muncullah tanah tidak subur akibat dari bercampurnya tanah dengan puing, sisa-sisa semen. Tentu saja tanah seperti ini sulit ditanami.

Tanah rusak adalah suatu kondisi di mana tanah memiliki sedikit kandungan unsur hara dan sulit untuk ditanami karena sifat-sifatnya tidak cocok dengan kebutuhan tanaman. Pada kondisi tanah seperti ini, mungkin saja kita dapat bercocok-tanam. Tetapi tentu saja dengan satu syarat, yaitu adanya perbaikan pada tanah tersebut.  Tanaman yang dapat ditanam pada kondisi tanah seperti ini adalah tanaman sayuran, seperti cabai, tomat, dan bayam.

Perbaikan pada tanah rusak ini dapat dilakukan dengan mengembalikan sifat asli tanah, yaitu banyak memiliki unsur hara dan gembur. Tanah dengan banyak puing tentu menjadikan tanah tersebut keras.

Langkah awal yang dapat diambil adalah menghancurkan puing-puing tersebut dan menambahkan tanah baru agar akar tanaman bisa masuk. Tanah berpuing memiliki kandungan fosfor yang tinggi dan menjadikannya keras. Untuk itu, langkah selanjutnya adalah menambahkan pupuk organik, seperti kompos dan pupuk kandang, ke dalam tanah.

Pupuk organik memiliki peranan penting dalam proses ini karena dapat membantu proses penghancuran puing dan dapat kembali menggemburkan tanah. Selain itu, pupuk organik dapat menyeimbangkan pH tanah yang asam karena banyak mengandung fosfor. Adanya keseimbangan antara kandungan fosfor ( pupuk kimia) dan pupuk organik di dalam tanah secara langsung telah menambah unsur hara yang dibutuhkan tanah.

Proses perbaikan ini dilakukan secara bertahap hingga tanah menjadi subur kembali. Satu bulan adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan tanah rusak menjadi tanah subur dan bisa ditanami kembali. ‘’Sebenarnya, begitu kita mulai perbaiki (tanah rusak), saat itu juga kita bisa memakai tanah dan menanaminya. Tapi, untuk hasil maksimal, sebulanlah kurang lebih tanah tersebut sudah subur kembali dan bisa ditanami,’’ kata Dr Ir Suwardi, ahli tanah Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tanah rusak yang telah kembali subur harus dirawat dan dijaga dengan baik dan benar agar ia tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai tanah. Perawatan tersebut dapat dilakukan dengan menambah pupuk organik tiap satu tahun sekali dan pemberian pupuk kimia secara berkala selama periode tanam. Pemberian pupuk kimia ini tidak boleh berlebihan.

Satu hal yang harus diingat adalah kita harus menjaga keseimbangan antara kandungan pupuk organik dan pupuk kimia bagi tanah dan tanaman. Sebab, kekurangan ataupun kelebihan kedua pupuk tersebut akan membawa dampak buruk bagi tanaman. Hal ini dilakukan agar unsur hara dalam tanah tetap terjaga dengan baik.

Penggunaan pupuk organik dan pupuk kimia pada tanah dan tanaman membawa dampak tersendiri, baik positif maupun negatif. Kedua jenis pupuk ini merupakan nutrisi yang memang dibutuhkan tanaman, sehingga berfungsi untuk menyuburkan tanah dan tanaman. Namun, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan tidak dikontrol penggunaannya akan membawa dampak negatif, yaitu membuat tanah makin asam dan menjadi keras. ‘’Untuk pupuk organik sendiri, memang hampir tidak ada dampak negatif bagi tanah dan tanaman,’’ kata Suwardi.

Ia  pun menambahkan, selain unsur hara, pupuk organik, dan pupuk kimia, sinar matahari dan udara pun memiliki peranan dalam proses perbaikan tanah rusak dan pertumbuhan tanaman. Ibarat manusia, tanah dan tanaman pun membutuhkan udara yang cukup untuk bernapas. Jika tekstur tanah terlalu rapat, tanaman tidak dapat bernapas dan akhirnya akan mati.

Membuat tanah rusak menjadi subur tidaklah sulit. Hanya dibutuhkan ketekunan untuk memperbaiki dan merawat tanah tersebut agar terus subur. ‘’Yang paling penting, jagalah unsur-unsur yang seharusnya ada dalam tanah agar tanaman dapat hidup di atasnya. Gunakan pupuk kimia dan organik secara berimbang,’’ jelas Suwardi.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement