Sabtu 05 Jun 2010 18:29 WIB

Wuih...Cerutu Churchill Laku Rp 8 Miliar

Ilustrasi: Cerutu
Foto: wordpress.com
Ilustrasi: Cerutu

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON--Sebuah koleksi besar yang terdiri dari buku harian, surat-surat dan bahkan cerutu asli milik Winston Churchill, perdana menteri Inggris saat Perang Dunia II, terjual dengan harga lebih dari setengah juta pounds dalam lelang di London. Lelang pada Rabu yang dilaksanakan badan lelang Christie's terhadap barang-barang yang merupakan bagian dari koleksi pribadi Churchill yang sangat penting di dunia itu, menghasilkan dana total 577.063 pounds atau 845.000 dolar AS atau 695.000 euro. Nilai ini setara dengan Rp 8 Miliar.

Menurut kantor berita AFP, di cerutu Havana yang belum dibakar -- dengan tanda "V untuk 'victory' (kemenangan)" yang merupakan ciri khas Churchill -- tertulis tahun 1963, ketika cerutu itu diberikan Churchill kepada seorang rekan makan malam di Hotel de Paris di Monte Carlo. Cerutu tersebut terjual seharga 2.125 pounds.

Selain cerutu, dua surat yang menunjukkan bagaimana Churchill memerintahkan mantan pembantunya untuk membakar surat yang menyarankan gencatan senjata dengan Jerman yang terjual seharga lebih dari empat kali perkiraan awal mereka, yakni 34.850 pounds. Pada 1940, Eliot Crawshaw-Williams menulis dalam pembelaan Churchill bahwa ia setuju persyaratan dengan Hitler, di mana pemimpin Inggris itu menjawab: "Saya malu kepada Anda karena menulis surat semacam itu. Saya kembalikan surat itu kepada anda -- untuk dibakar dan dilupakan."

Pelelangan itu sendiri diperkirakan akan menghasilkan dana sekitar satu juta pounds. Namun salah satu dari sejumlah materi utama yakni buku harian pertempuran Churchill selama 1939 hingga 1945 yang mencatat pertemuan dengan para pemimpin seperti presiden AS Franklin Roosevelt, Joseph Stalin dari Rusia dan Raja George VI dari Inggris, ditarik dari lelang itu.

Koleksi tersebut disimpan oleh penerbit Steve Forbes dari AS. Christie's dijadwalkan akan kembali melelang benda-benda milik Churchill di New York pada Desember dan melaksanakan pelelangan ketiga pada 2011 di London.

sumber : ant
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement