Selasa 03 Nov 2026 15:51 WIB

Cara Mengatur Pola Makan agar Gula Darah Tetap Terkendali

Pengaturan nutrisi menjadi bagian penting dalam pengelolaan diabetes.

Diskusi media Diabetes Total Solution (DTS) menghadirkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. (kedua dari kanan), Health Communicator Kalbe Nutritionals dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K (kedua dari kanan), dan Direktur PT KALGen Innolab Amalia Indri Senoadji (kanan) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Foto: dok Kalbe
Diskusi media Diabetes Total Solution (DTS) menghadirkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. (kedua dari kanan), Health Communicator Kalbe Nutritionals dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K (kedua dari kanan), dan Direktur PT KALGen Innolab Amalia Indri Senoadji (kanan) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

JAKARTA -- Penyandang diabetes tidak harus menghindari seluruh makanan favoritnya. Pengaturan pola makan yang tepat dan seimbang menjadi salah satu kunci untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K, menjelaskan, pengaturan makan bagi penyandang diabetes bukan berfokus pada larangan yang ketat, melainkan memperhatikan jumlah, jenis, dan waktu konsumsi makanan.

Baca Juga

Ia memperkenalkan prinsip 5J, yakni jumlah, jenis, jadwal, jurus masak, dan jujur dalam mengatur pola konsumsi harian. Melalui prinsip tersebut, penyandang diabetes diharapkan dapat lebih memahami asupan makanan yang dikonsumsi sekaligus menjaga keseimbangan nutrisi.

"Prinsip pengaturan makan pada diabetes bukan berfokus pada larangan yang ketat, melainkan pengaturan pola makan yang tepat dan seimbang," kata Laurencia dalam diskusi media di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Menurut dia, pemilihan jenis makanan perlu mendapat perhatian. Penyandang diabetes dianjurkan memperhatikan asupan karbohidrat kompleks, protein, dan lemak baik sebagai bagian dari pola makan seimbang. Karbohidrat kompleks dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Begitu pula protein yang berperan dalam meningkatkan rasa kenyang sehingga membantu seseorang mengatur asupan makanan.

Selain memperhatikan komposisi makanan, Laurencia menyarankan penerapan meal sequencing atau pengaturan urutan makan. Pola ini dimulai dengan minum air putih, kemudian mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran, dilanjutkan dengan protein.

Serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih panjang. Dengan demikian, seseorang diharapkan dapat lebih mudah mengendalikan porsi makan.

Laurencia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi sepanjang hari. Seseorang perlu mengevaluasi kembali asupan hariannya, termasuk makanan utama dan camilan.

Misalnya, jika seseorang sudah mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah cukup banyak pada siang hari, porsi sumber karbohidrat pada waktu makan berikutnya dapat disesuaikan. Asupan sayur dan protein juga perlu diperhatikan agar pola makan tetap seimbang.

Hal serupa dapat dilakukan ketika memilih camilan. Jika sebelumnya sudah mengonsumsi minuman manis, camilan berikutnya bisa diganti dengan buah utuh atau pilihan minuman tanpa tambahan gula.

Ia menilai, prinsip 5J juga perlu diterapkan secara realistis. Keinginan makan tertentu, misalnya saat mengalami perubahan nafsu makan menjelang menstruasi, tetap perlu disikapi dengan pengendalian porsi.

"Kalau memang ingin makan, boleh saja, tetapi kembali lagi ke jumlah. Kita harus jujur dan tahu apa yang sudah masuk ke dalam tubuh hari ini," ujarnya.

Pengaturan nutrisi menjadi bagian penting dalam pengelolaan diabetes. Asupan yang tepat dapat membantu mengendalikan kadar gula darah, menjaga berat badan, memenuhi kebutuhan nutrisi harian, serta mendukung aktivitas sehari-hari.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi