REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokumen pengadilan mengungkap fakta baru mengenai masalah keselamatan anak di TikTok. Berdasarkan keterangan di bawah sumpah yang dilaporkan NPR, sejumlah karyawan TikTok mengaku telah berulang kali memperingatkan perusahaan mengenai kelemahan serius dalam penanganan keselamatan anak, termasuk risiko eksploitasi di platform tersebut.
Namun, para karyawan mengaku frustrasi dengan respons perusahaan yang terkesan abai. Hal ini berdasarkan pada dokumen pengadilan di AS dari sejumlah gugatan yang masih berlangsung terhadap TikTok terkait penanganan keselamatan anak. Perusahaan saat ini menghadapi ratusan gugatan serupa, termasuk gugatan yang menuding aplikasi tersebut dirancang untuk membuat pengguna kecanduan.
Menurut kesaksian para karyawan, jajaran eksekutif TikTok telah diberi tahu bahwa remaja kerap muncul dalam siaran langsung di platform tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai potensi grooming atau upaya mendekati anak untuk tujuan eksploitasi, serta risiko eksploitasi anak lainnya.
Kekhawatiran tersebut mengemuka setelah Forbes menerbitkan artikel pada 2022 mengenai remaja yang menanggalkan pakaian dalam siaran TikTok Live. Dalam fitur tersebut, penonton dapat memberikan saweran berupa gift berbayar kepada pembuat konten.
"TikTok telah mengetahui konten semacam itu. Tapi mereka memilih diam, karena perusahaan memperoleh pendapatan yang signifikan dari konten live yang melibatkan anak-anak, padahal aturan TikTok melarang anak di bawah umur tampil dalam siaran langsung," kata karyawan TikTok dalam kesaksiannya dilansir laman Engadget, Kamis (22/10/2026).
Selain itu, sejumlah karyawan turut menyoroti kelemahan fitur kontrol orang tua dan sistem keselamatan berbasis usia. Salah satu celah yang ditemukan memungkinkan anak di bawah umur melewati pemeriksaan usia TikTok dengan mendaftar menggunakan akun Facebook, Instagram, atau Google.
Dokumen tersebut juga mengungkap keberadaan "tautan tersembunyi" yang memungkinkan remaja melepaskan diri dari fitur Family Pairing. Fitur ini dirancang untuk membantu orang tua atau wali mengawasi dan menyesuaikan pengalaman penggunaan TikTok bagi remaja.