Sabtu 10 Oct 2026 11:42 WIB

Kisah Margaret Hamilton, Wanita di Balik Barisan Kode yang ‘Antar’ Manusia ke Bulan

Margaret Hamilton meninggal dunia pada usia 90 tahun, akhir September 2026.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Margaret Hamilton semasa muda (ilustrasi). Hamilton merupakan ilmuwan komputer di balik riset perintis yang membantu astronaut Apollo 11 NASA mendarat di bulan pada 1969.
Foto: Dok. Instagram/@mitmuseum
Margaret Hamilton semasa muda (ilustrasi). Hamilton merupakan ilmuwan komputer di balik riset perintis yang membantu astronaut Apollo 11 NASA mendarat di bulan pada 1969.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelum laki-laki mendominasi dunia komputasi, ada seorang perempuan muda yang menulis kode demi membawa manusia ke bulan. Perempuan itu adalah Margaret Hamilton, ilmuwan komputer di balik riset perintis yang membantu astronaut Apollo 11 NASA mendarat di bulan pada 1969.

Baca Juga

Genap pada usia 90 tahun, perempuan pencetus istilah "software engineering" (rekayasa perangkat lunak) itu meninggal dunia. Menurut informasi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Hamilton mengembuskan napas terakhir pada 30 September 2026.

"Margaret Hamilton adalah sosok luar biasa. la merupakan perintis rekayasa perangkat lunak yang saat itu masih relatif baru. la tak hanya mengembangkan kode pemrograman canggih, tetapi juga memimpin tim yang memanfaatkan teknologi tersebut untuk membangun salah satu sistem paling kompleks dalam sejarah manusia," kata kepala Departemen Penerbangan dan Astronautika MIT, Olivier de Weck, dilansir laman MIT News, Jumat (9/10/2026).

Hamilton lahir di Paoli, Indiana, pada 1936. la mulai kuliah matematika di University of Michigan pada 1955, lalu pindah ke Earlham College dan meraih gelar sarjana matematika dengan minor filsafat pada 1958. Pada 1959, ia pindah ke Boston, Massachusetts, bersama suaminya yang sedang menempuh pendidikan hukum.

Tak lama kemudian, Hamilton mendapat pekerjaan sementara di departemen meteorologi MIT, bekerja bersama profesor meteorologi Edward N Lorenz untuk mengembangkan perangkat lunak prakiraan cuaca. Dari sinilah ia pertama kali mengenal pemrograman komputer, dan hasil kerjanya kelak ikut menginformasikan publikasi-publikasi Lorenz tentang teori kekacauan (chaos teory). 

Berita Lainnya

Rekomendasi