REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Atmosfer hangat dan riuh semangat literasi terasa begitu hidup di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Memasuki hari kedua penyelenggaraannya, perhelatan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 menyedot perhatian para pencinta buku.
Lorong-lorong pameran tampak dipadati pengunjung yang antusias mengular di berbagai stan penerbit, sembari menikmati rentetan agenda menarik yang disajikan sepanjang hari. Sejak pintu dibuka tepat pukul 09.00 WIB, arus kedatangan pengunjung mulai mengalir tanpa putus. Semakin siang, manusia yang memadati area pameran justru kian menyemut.
Gambaran pengunjung yang hadir pun amat beragam, mencerminkan daya tarik pameran yang mampu merangkul lintas generasi, mulai dari rombongan pelajar berseragam sekolah, kaum muda, hingga pengunjung dewasa yang datang sendiri maupun bersama keluarga. Para pengunjung terlihat asyik berpindah dari satu stan ke stan lainnya. Ada yang datang dengan catatan khusus demi berburu judul buku incaran, ada yang sibuk membandingkan harga dari satu penerbit ke penerbit lain, hingga mereka yang keluar stan dengan jinjingan belanjaan penuh buku.
Daya tarik IIBF 2026 semakin terasa dengan hadirnya partisipasi internasional. Selain penerbit dalam negeri yang memamerkan karya terbaiknya, deretan stan dari mancanegara seperti Malaysia, China, Uni Emirat Arab, hingga Turki turut menyemarakkan ruang pameran.
Pilihan buku yang ditawarkan pun kaya ragam. Pengunjung disuguhi deretan novel fiksi yang memikat, buku nonfiksi penuh wawasan, koleksi bacaan anak yang interaktif, hingga literatur pendidikan untuk berbagai tingkatan. Soal harga, penyelenggara dan para peserta menawarkan fleksibilitas yang luar biasa.
Di area favorit seperti Zona Kalap, pengunjung bahkan bisa memanjakan mata dan dompet dengan menemukan buku-buku berkualitas yang dibanderol mulai dari harga Rp10 ribu. Penawaran potongan harga alias diskon besar-besaran menjadi magnet utama di helatan ini.