REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vokalis Paramore, Hayley Williams, menunjukkan solidaritas kepada para musisi yang dicoret dan mundur dari tur "Loop" Ed Sheeran. Dukungan itu dilakukan dengan memasukkan lagu-lagu para musisi itu ke daftar playlist yang diputar sebelum konsernya di Forest Hills Stadium New York, AS, Rabu (16/9/2026).
Konser ini merupakan bagian dari tur solo Williams yang bertajuk The Hayley Williams Show. Daftar putar tersebut memuat lagu "Can't Hold Us" dari Macklemore, "Mama Said" dari Lukas Graham, "For Cryin' Out Loud" dari Finneas, "The Lane" dari Rowe, "Aurora Il" dari Beoga, serta "Thrift Shop" dari Macklemore.
Langkah Williams muncul di tengah kontroversi yang mengguncang tur stadion Ed Sheeran. Ini bermula ketika Macklemore tampil sebagai salah satu artis pendukung Sheeran di New Jersey, AS. Dalam penampilannya, rapper tersebut menyampaikan dukungan terbuka kepada Palestina dan menyerukan "Free Palestine".
la juga membawakan lagu "Hind's Hall" dan menampilkan gambar-gambar terkait Gaza di layar panggung. Macklemore pun menyerukan agar seluruh manusia diperlakukan dengan martabat, rasa hormat, dan kesetaraan.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat kecaman dari kelompok Yahudi Israeli-American Council (IAC). Organisasi itu menilai Macklemore menggunakan panggungnya untuk mendorong agenda politik sepihak dan menyerukan agar rapper tersebut dikeluarkan dari tur. Musisi Pink juga turut mendukung seruan agar Macklemore dicoret dari tur.
Macklemore kemudian merespons kritik tersebut. la mengatakan bahwa memperjuangkan kesetaraan seharusnya tidak menjadi sesuatu yang kontroversial. Namun, Macklemore akhirnya dikeluarkan dari rangkaian tur Sheeran di Amerika Serikat.
Menurut promotor tur, Messina Touring Group, sejumlah pemilik atau pengelola venue menolak menjadi tuan rumah pertunjukan apabila Macklemore tetap masuk dalam daftar penampil. Macklemore sebelumnya dijadwalkan tampil dalam sejumlah konser Sheeran yang tersisa di Amerika Serikat.
Setelah pencoretannya, Macklemore mengeluarkan pernyataan yang mengaitkan keputusan tersebut dengan Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium. Macklemore menyebut Kraft menjalankan kampanye untuk menekan Sheeran agar mencoretnya dari tur. Menurut klaim Macklemore, jika dirinya tetap tampil, terdapat ancaman terhadap penyelenggaraan pertunjukan di sejumlah venue.