REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Maggie Gyllenhaal mengungkap dirinya sempat diminta menggunakan kecerdasan buatan (Al) untuk menciptakan kembali sosok Marilyn Monroe dalam film pendek Flesh Impact. Namun, eksperimen itu gagal karena AI tak mampu menandingi penampilan Dakota Johnson saat memerankan Monroe.
Gyllenhaal menceritakan pengalaman tersebut dalam rangkaian Festival Film Venesia 2026 di Italia. Menurut Gyllenhaal, pihak yang menugaskan proyek tersebut memang meminta dirinya menggunakan Al. Teknologi yang digunakan bukan OpenAl, melainkan Al berlisensi yang dilatih menggunakan film-film Marilyn Monroe.
"Saya pun mencobanya. Saya berpikir, 'Baiklah, saya penasaran juga dengan hasilnya'. Gagasannya adalah melatih Al memakai materi Marylin Monroe, lalu menempelkannya pada wajah Dakota. Kami berusaha keras mengerjakannya, namun pada akhirnya itu gagal total, karena apa yang terpancar dari akting Dakota saat memerankan Marilyn Monroe jauh lebih menyentuh, manusiawi, dan hidup," kata Gyllenhaal dilansir laman Hollywood Reporter, Sabtu (5/9/2026).
la bahkan menegaskan bahwa eksperimen tersebut pada dasarnya gagal mencapai tujuan artistik film. "Pada dasarnya itu sama sekali tidak berhasil. Semua alasan yang membuat kami memutuskan untuk membuat proyek ini sejak awal menjadi hilang dalam versi Al tersebut," kata dia.
Flesh Impact merupakan film pendek berdurasi 17 menit yang dibintangi Dakota Johnson dan Ellen Burstyn sebagai dua versi Marilyn Monroe. Johnson memerankan Monroe pada masa puncak ketenarannya. Sementara itu, Burstyn memerankan versi imajiner Monroe pada usia lanjut.
Marilyn Monroe meninggal dunia pada 4 Agustus 1962 dalam usia 36 tahun. Film ini dibuat dengan restu Authentic Brands Group (ABG), pemegang hak atas warisan Monroe. Flesh Impact" dijadwalkan melakukan pemutaran perdana dunia di Sala Grande pada 7 September di Festival Film Venesia.