Jumat 04 Sep 2026 14:06 WIB

Olivia Rodrigo Kritik Trump yang Suka Cari ‘Ribut’ dengan Bintang Pop

Rodrigo menduga, Trump menjadikan perselisihan dengan bintang pop sebagai taktik.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Penyanyi Olivia Rodrigo. Rodrigo mengkritik kebiasaan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kerap berselisih dengan musisi ternama.
Foto: EPA
Penyanyi Olivia Rodrigo. Rodrigo mengkritik kebiasaan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kerap berselisih dengan musisi ternama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Olivia Rodrigo mengkritik kebiasaan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kerap berselisih dengan musisi ternama. Pelantun "drop dead" itu menyebut hal tersebut sebagai taktik pengalihan isu.

Hal itu disampaikan Rodrigo dalam wawancara dengan NPR pada Kamis (3/9/2026). Pada kesempatan itu, ia ditanya mengenai lagunya "All-American Bitch" yang digunakan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) sebagai latar musik dalam video operasi penangkapan imigran.

Baca Juga

Kala itu, Rodrigo mengomentari unggahan DHS dan meminta mereka tidak menggunakan musiknya untuk mempromosikan propaganda rasis. "Jangan pernah gunakan lagu-lagu saya untuk mempromosikan propaganda rasis dan penuh kebencian kalian," kata Rodrigo.

Kini, ia kembali mengungkapkan rasa tidak nyamannya terhadap penggunaan lagu tersebut. Apalagi menurut dia, makna lagu "All-American Bitch" sangat bertolak belakang dengan adegan operasi ICE yang digunakan dalam video tersebut.

"Ya ampun. Sungguh mengerikan melihat lagu yang saya tulis tentang perasaan terjebak dalam stigma misoginis yang membatasi perempuan, justru digunakan untuk mengiringi adegan kejam dan mengerikan dari razia ICE," kata Rodrigo dilansir laman Billboard, Jumat (4/9/2026).

Rodrigo menilai, perselisihan dengan para bintang pop kemungkinan menjadi salah satu taktik yang digunakan pemerintahan Trump untuk mengalihkan perhatian publik. Dengan begitu, perhatian publik akan terpecah dan tidak terlalu fokus pada kesalahan yang dilakukan pemerintah.

"Jika mengingat kembali kejadian itu, menurut saya itu adalah salah satu taktik yang mereka gunakan. Mencari gara-gara dengan bintang pop adalah cara ampuh untuk mengalihkan perhatian ketika mereka melakukan hal-hal lain yang sangat buruk lain," kata Rodrigo.

Pernyataan ini muncul setelah Rodrigo sukses menggelar festival perdana Daisy Chain Fields pada 29 Agustus 2026. Festival tersebut berhasil mengumpulkan 20 juta dolar AS untuk berbagai organisasi amal yang mendukung perempuan dan anak perempuan.

Pemerintahan Donald Trump memang cukup sering menggunakan lagu populer, termasuk milik Taylor Swift, untuk latar musik di media sosial. Lagu-lagu yang dipakai berasal dari berbagai periode karier Swift termasuk, salah satunya track tahun 2020 "August".

photo
Penyanyi Olivia Rodrigo membantu Gedung Putih mempromosikan vaksinasi bagi generasi muda. - (EPA)

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi