Ahad 06 Sep 2026 13:49 WIB

Aktor Javier Bardem Serukan Boikot Usai Adidas Jadikan Tentara IDF Sebagai Model Iklan

"Boikot Adidas", singkat keterangan Bardem dalam unggahannya.

Rep: ,Andri,Kamran Dikrama/ Red: Andri Saubani
Javier Bardem
Foto: Dok. EPA/SEBASTIEN NOGIER
Javier Bardem

REPUBLIKA.CO.ID, Aktor asal Spanyol, Javier Bardem menyerukan aksi boikot terhadap merek perlengkapan olahraga asal Jerman, Adidas lewat unggahan di akun Instagram, Sabtu (5/9/2026). Unggahan aktor papan atas Hollywood yang dikenal vokal membela Palestina itu menyusul keputusan Adidas menggunakan mantan tentara Israel (IDF) sebagai model dalam promosi sepatu untuk kaum difabel.

"Boikot Adidas" singkat keterangan Bardem dalam unggahannya.

Baca Juga

Tak cuma Javier Bardem, sejumlah aktivis seperti dilaporkan the New Arab, juga menyerukan aksi boikot serupa. Mereka menilai eks tentara IDF, Shaliv Biton yang dijadikan model oleh Adidas pernah ikut dalam sebuah operasi militer di Gaza.

Biton kehilangan satu kakinya dalam perang di Gaza pada 2021 di mana lebih dari 200 warga Palestina terbunuh dan sejumlah bangunan diratakan oleh tentara Zionis.

Adapun kampanye promosi sepatu difabel Adidas belakangan diluncurkan secara global termasuk di Israel. Video iklan promosi produk sepatu itu viral di media sosial.

"Mungkin terdengar seperti sebuah hal kecil, tapi bagi saya ini lebih dari sekadar sepatu. Ini adalah keinginan dari dunia yang kita tempati yang kadang menyesuaikan dengan kita, dan tidak selalu kita yang menyesuaikan diri dengannya," tulis Biton dalam unggahan di Instagram sebagai bagian dari kampanye promosi kolaborasi dengan Adidas.

photo
Promosi Adidas yang menampilkan eks tentara IDF Shalev Biton . - (Adidas)

Biton mengunggah foto dan video dirinya bersama dengan tentara Israel lainnya bernyanyi dan berdansa di Gaza. Profil media sosial Biton juga berisi foto-foto dirinya memegang senjata api.

Organisasi dan aktivis Pro-Palestia menyerukan boikot, sambil menyebut Biton seharusnya tidak menjadi model dalam kampanye promosi Adidas karena keterlibatannya dalam pengeboman di Gaza. Jurnalis olahraga Leyla Hamed mengatakan, Adidas seharusnya lebih hati-hati dalam memilih model iklannya.

"Gaza memiliki angka anak-anak diamputasi per kapita tertinggi di dunia. Lebih dari 5.000 amputasi terjadi sejak Oktober 2023, sebagai akibat dari serangan Israel oleh tentara mereka salah satunya yang dipilih Adidas sebagai model iklan," kata Leyla Hamed lewat unggahan di X.

Komentator politik yang tinggal di Amerika Serikat, Guy Christensen juga mengomentari iklan Adidas dengan menulis," Benar-benar menjijikkan saat Anda mengetahui anak-anak di Gaza yang mungkin tidak akan bisa berjalan lagi. Christensen juga menyerukan dunia memboikot Adidas.

"Merek olahraga Jerman Adidas menggunakan penjahat perang Zionis dari tentara Israel, yang hilang salah satu kakinya saat menginvasi Gaza, untuk mempromosikan sepatu satu-kaki mereka. Lebih dari 4.000 anak Palestina telah diamputasi oleh bom-bom Israel, tapi Adidas dan perusahaan multinasional mengabaikan mereka," ujar aktivis lain via X.

Awal tahun ini, LSM Humanity & Inclusion melaporkan bahwa 70 hingga 80 persen dari mereka yang dirujuk ke 12 rumah sakit yang masih berfungsi di Gaza kehilangan kaki atau menderita cedera sumsum tulang belakang. Pada 2024, UNICED memperkirakan pada Januari bahwa sekitar 1.000 anak kehilangan satu atau dua kaki mereka, setara dengan 10 anak kehilangan anggota tubuh setiap harinya selama pegeboman oleh Israel.

Lantara blokade berlanjut oleh Israel terhadap Gaza, tenaga kesehatan di Gaza terpaksa membuat kaki palsu buatan sendiri sebagai bantuan sementara untuk membantu para disabilitas yang kehilangan kaki mereka akibat perang sampai mereka mendapatkan bantuan kaki palsu yang layak.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi