Kamis 03 Sep 2026 19:13 WIB

Saudi Targetkan Dua Juta Wisatawan Indonesia pada 2026

Saudi berupaya memperluas pilihan perjalanan bagi wisatawan Indonesia.

Saudi Tourism Authority menggelar Indonesia Trade Roadshow di Jakarta, 1 September 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan 37 pemangku kepentingan pariwisata Saudi dengan 580 mitra dari industri pariwisata Indonesia.
Foto: Republika/Indira Rezkisari
Saudi Tourism Authority menggelar Indonesia Trade Roadshow di Jakarta, 1 September 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan 37 pemangku kepentingan pariwisata Saudi dengan 580 mitra dari industri pariwisata Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arab Saudi menargetkan jumlah kunjungan wisatawan Indonesia mencapai dua juta orang hingga akhir 2026. Target tersebut ditetapkan setelah kunjungan wisatawan Indonesia ke Saudi menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Saudi Tourism Authority (STA) mencatat sekitar 1,8 juta wisatawan Indonesia berkunjung ke Saudi sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat 11,7 persen dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 1,6 juta wisatawan.

Baca Juga

Hingga Juni 2026, lebih dari 633 ribu wisatawan Indonesia telah berkunjung ke Saudi. Pertumbuhan tersebut mendorong Saudi untuk terus memperkuat kerja sama dengan pelaku industri pariwisata Indonesia.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Indonesia Trade Roadshow yang digelar STA di Jakarta pada 1 September 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan 37 pemangku kepentingan pariwisata Saudi dengan 580 mitra utama dari industri pariwisata Indonesia.

Roadshow menjadi ajang bagi pelaku pariwisata kedua negara untuk membahas pengembangan produk perjalanan serta memperluas kolaborasi dengan operator tur, perusahaan manajemen destinasi, dan penyedia layanan umrah di Indonesia.

Untuk mengejar target kunjungan, dikutip dari siaran pers, Kamis (3/9/2026), Saudi juga terus memperkuat akses penerbangan dari Indonesia. Hingga Juni 2026, empat maskapai, yakni Lion Air, Garuda Indonesia, Saudia, dan flyadeal, telah mengoperasikan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Saudi.

Total terdapat 96 penerbangan langsung dengan kapasitas sekitar 34.988 kursi per pekan. Konektivitas tersebut akan semakin berkembang dengan rencana Riyadh Air mulai beroperasi pada November 2026.

Selain penerbangan, Saudi memperkenalkan Package Visa yang mengintegrasikan pengajuan visa turis dengan paket perjalanan melalui penyedia jasa perjalanan resmi. Dengan skema tersebut, wisatawan dapat mengurus kebutuhan visa, penerbangan, akomodasi, dan pengalaman wisata dalam satu proses pemesanan.

Fasilitas tersebut melengkapi kemudahan perjalanan yang telah tersedia, termasuk visa on arrival dan Stopover Transit Visa.

Pertumbuhan wisatawan Indonesia ke Saudi selama ini tidak terlepas dari kuatnya hubungan kedua negara melalui wisata religi. Namun, Saudi kini juga berupaya memperluas pilihan perjalanan bagi wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi di luar Makkah dan Madinah.

Pengembangan destinasi tersebut mencakup wisata budaya, rekreasi, olahraga, wellness hingga pariwisata premium. Salah satu kawasan yang dikembangkan adalah The Red Sea dengan sejumlah resor premium, antara lain Six Senses Southern Dunes, The Red Sea, Desert Rock Resort, Nujuma, a Ritz-Carlton Reserve, dan Shebara Resort.

Saudi juga memperluas pilihan wisata wellness melalui Miraval the Red Sea serta mengembangkan kawasan AMAALA sebagai bagian dari portofolio destinasi premium. Untuk wisata keluarga, Qiddiya City akan menghadirkan Aquarabia yang diproyeksikan menjadi salah satu taman air terbesar di kawasan tersebut.

Sementara itu, agenda olahraga turut menjadi daya tarik baru. Salah satunya AFC Asian Cup Saudi 2027 yang diharapkan mendatangkan wisatawan dari berbagai negara.

Dengan pertumbuhan jumlah kunjungan, peningkatan konektivitas, serta diversifikasi destinasi, STA melihat Indonesia sebagai salah satu pasar penting untuk pengembangan pariwisata Saudi ke depan. Penguatan kerja sama dengan industri pariwisata Indonesia diharapkan dapat mendukung pencapaian target dua juta wisatawan Indonesia pada akhir 2026.

Berita Lainnya

Rekomendasi