Rabu 15 Jul 2026 21:22 WIB

Ribuan Warga AS Rela Antre demi Lihat Bunga Bangkai Mekar

Peristiwa langka ini berhasil menarik hingga lebih dari 7 ribu pengunjung.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Titan Arum, juga dikenal sebagai Bunga Bangkai (ilustrasi). Tanaman endemik asli Sumatera, Titan Arum atau bunga bangkai, mekar secara bersamaan di The Huntington Library, Art Museum, and Botanical Gardens, California, AS. Peristiwa langka ini berhasil menarik hingga lebih dari 7 ribu pengunjung pada Senin (6/7/2026) waktu setempat.
Foto: EPA-EFE/MATT TURNER
Titan Arum, juga dikenal sebagai Bunga Bangkai (ilustrasi). Tanaman endemik asli Sumatera, Titan Arum atau bunga bangkai, mekar secara bersamaan di The Huntington Library, Art Museum, and Botanical Gardens, California, AS. Peristiwa langka ini berhasil menarik hingga lebih dari 7 ribu pengunjung pada Senin (6/7/2026) waktu setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanaman endemik asli Sumatera, Titan Arum atau bunga bangkai, mekar secara bersamaan di The Huntington Library, Art Museum, and Botanical Gardens, California, AS. Peristiwa langka ini berhasil menarik hingga lebih dari 7 ribu pengunjung pada Senin (6/7/2026) waktu setempat.

Masa mekar bunga bangkai sangat singkat, hanya sekitar 24 hingga 48 jam. Karenanya, ketika kedua tanaman raksasa tersebut mulai mekar, staf lembaga penelitian segera memberi tahu publik pada Ahad sore. Bunga-bunga itu pun mencapai puncak mekarnya pada Ahad malam, sebelum perlahan mulai menutup kembali.

Baca Juga

Meski waktu mekar sangat terbatas, pengunjung masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena tersebut pada Senin. Bahkan, antusiasme masyarakat membuat tiket kunjungan ludes terjual pada Senin pagi.

Kurator koleksi anggrek Huntington, Brandon Tam, mengatakan bahwa masyarakat terpesona oleh fenomena langka ini. Menurutnya, bahkan pengunjung rela mengantre hingga tiga jam untuk melihat bunga bangkai selama beberapa menit.

"Orang-orang penasaran, orang-orang terinspirasi. Fenomena ini membuat banyak orang semakin menyukai tanaman karena tanaman ikonik ini menjadi contoh nyata yang membantu masyarakat memahami bahwa tumbuhan memiliki kehidupan tersendiri," kata Tam seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (15/7/2026).

 

photo
Pengunjung berswafoto dan melihat Titan Arum, alias Bunga Mayat (C-R, latar belakang), saat mulai mekar di Adelaide Botanic Gardens di Adelaide, Australia, 09 Januari 2023. Orang-orang berdiri dalam antrean panjang untuk melihat peristiwa langka tersebut adalah pertama kalinya bunga yang terancam punah itu mekar dalam hampir 10 tahun, dan diperkirakan akan memakan waktu tiga hingga lima tahun lagi sebelum mekar lagi. Tumbuhan besar itu dikenal karena baunya yang kuat dari mayat yang membusuk yang biasanya menarik serangga untuk penyerbukannya. - (EPA-EFE/MATT TURNER ) Ki

 

Titan arum, yang biasa disebut bunga bangkai, populer karena mengeluarkan aroma tajam yang menyerupai daging busuk. Bau tersebut berfungsi untuk menarik kumbang bangkai dan lalat pemakan daging, yang membantu proses penyerbukan tanaman tersebut.

Tanaman ini merupakan spesies asli wilayah Sumatra bagian barat, Indonesia. Meski disebut "bunga", bunga bangkai sebenarnya bukan satu bunga tunggal. Struktur berbunga raksasa ini tersusun dari ratusan bunga kecil.

Titan arum dapat tumbuh hingga lebih dari 3,6 meter. Setelah masa mekarnya yang singkat berakhir, tanaman ini akan roboh dan kemudian memasuki periode dormansi atau masa istirahat yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Di Huntington, titan arum telah dibudidayakan selama lebih dari 25 tahun. Saat ini, lembaga tersebut memiliki lebih dari 43 spesimen dewasa, banyak di antaranya berasal dari satu tanaman yang berhasil diserbuki pada 2002.

"Pada tahun 2002, kami melakukan penyerbukan pada sebuah bunga bangkai, yang menghasilkan ratusan buah dan kemudian ratusan biji yang kami kembangkan," kata Tam. 

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi