REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Bunga bangkai (amorpophallus titanium atau titan arum), Jumat (6/2/2026), mulai mekar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Banyak pengunjung berdatangan untuk melihat bunga langka ini.
Bunga bangkai yang mekar kali ini memiliki tinggi sekitar 140 sentimeter dengan diameter bunga sekitar 56 sentimeter. Bunga ini mengeluarkan aroma menyengat seperti bau daging busuk.
Berdasarkan pantauan Republika, Jumat (6/2/2026) sore, puluhan pengunjung Kebun Raya Bogor mengantre untuk menyaksikan bunga ini. Pengunjung yang melihat tidak diperkenankan menyentuh bunganya. Ada pagar yang melindungi bunga ini sebagai pembatas dengan pengunjung.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, yang turut meninjau ke Kebun Raya Bogor pada Sabtu (31/1/2026) pekan lalu, mengatakan mekarnya bunga bangkai raksasa ini menjadi momen langka karena bunga ini terakhir kali mekar pada 2014.
Arif menjelaskan, bunga bangkai merupakan spesies yang dilindungi dan tergolong sebagai Endangered Species menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di Kebun Raya sendiri ada sembilan jenis bunga bangkai yang ditanam sejak 1992.
Menurut Arif, momen ini penting untuk disaksikan khalayak, khususnya anak-anak agar mengetahui betapa kayanya keanekaragaman hayati di Indonesia. Sebab, tidak semua negara memiliki keanekaragaman seperti di Indonesia, yang sebagian di antaranya terdapat di Kebun Raya Bogor.
“Saya kira ini adalah tempat yang bagus untuk bisa belajar tentang tanaman-tanaman, pohon-pohonan dan berbagai tanaman-tanaman langka. Memang tanaman langka ini juga harus dikonservasi dan Kebun Raya merupakan bagian program dari pemerintah untuk mengkonservasi tanaman-tanaman langka itu,” jelasnya.
Untuk diketahui, bunga bangkai merupakan tumbuhan umbi berukuran besar yang beradal dari hutan hujan tropis Sumatra. Tumbuhan ini pertama kali diperkenalkan ke dunia ilmiah pada 1878 oleh ahli botani asal italia Adoardo Beccari
Keunikan bunga bangkai terletak pada ukurannya yang besar. Tangkai bunga bisa tumbuh hingga empat meter dan dikelilingi oleh selubung bunga berwarna merah keunguan. Umbinya dapat mencapai 100 kg yang berfungsi sebagai cadangan energi untuk mendukung perumbuhan tersebut.
Saat mekar, bunga ini mengeluarkan aroma menyengat menyurupai daging busuk . Aroma ini dihasilkan oleh pemanasan spadix hingga sekitar 30 derajat celcius yang berfungsi membantu penyebaran bau untuk menarik lalat dan kumbang sebagai penyerbuk alami.