Selasa 14 Jul 2026 08:24 WIB

Nicholas Saputra: Ide Anak Muda Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Nicholas Saputra dukung pengembangan inovasi anak muda

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Intan Pratiwi
Duta Bakti BCA Nicholas Saputra menilai gagasan yang disampaikan para finalis Genera-Z Berbakti 2026 memiliki potensi memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Foto: BCA
Duta Bakti BCA Nicholas Saputra menilai gagasan yang disampaikan para finalis Genera-Z Berbakti 2026 memiliki potensi memberi dampak nyata bagi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Duta Bakti BCA Nicholas Saputra menilai gagasan yang disampaikan para finalis Genera-Z Berbakti 2026 memiliki potensi memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurut dia, ide-ide tersebut tidak hanya menarik, tetapi juga berpeluang mendorong pengembangan desa wisata melalui implementasi program di lapangan.

“Berbagai ide dan cara presentasi finalis Genera-Z Berbakti 2026 cukup menarik. Bagi saya, hal tersebut memantik rasa penasaran ihwal bagaimana nantinya implementasi program-program yang ditawarkan di lapangan,” ujar Nicholas dalam keterangannya, dikutip Senin (13/7/2026).

Nicholas mengatakan keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh kualitas gagasan, tetapi juga konsistensi dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi di desa.

“Kami para panelis yakin, seluruh finalis Genera-Z Berbakti dapat menunaikan rencananya di lokasi selama dapat tetap menjaga konsistensi dan beradaptasi dengan kondisi yang ditemui di desa tujuan,” katanya.

Pada babak final, delapan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mempresentasikan solusi atas berbagai persoalan sosial di desa. Salah satu persaingan menarik terjadi antara tim Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Cenderawasih (Uncen) yang sama-sama mengusung tema pemberdayaan perempuan sebagai penggerak perubahan di desa, tetapi dengan pendekatan yang berbeda.

Ilmuwan sekaligus wirausahawan sosial Tri Mumpuni, yang juga menjadi panelis, mengatakan penilaian tidak hanya melihat kreativitas ide, tetapi juga kemudahan pelaksanaan program di lapangan.

“Mahasiswa harus bisa merumuskan cara merespons persoalan sosial menjadi sebuah kegiatan konkret yang bisa diimplementasikan di level masyarakat desa,” ujarnya.

Empat dari delapan finalis nantinya akan mengimplementasikan gagasannya di empat desa wisata binaan Bakti BCA, yakni Desa Wisata Kreatif Terong di Belitung, Desa Wisata Situs Gunung Padang di Cianjur, Desa Wisata Patakbanteng di Wonosobo, dan Desa Wisata Kakaskasen Dua di Tomohon. Program tersebut diharapkan dapat menghadirkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan sosial, tetapi juga mendukung pengembangan potensi ekonomi desa melalui sektor pariwisata.

Berita Lainnya

Rekomendasi