REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya membangun ketahanan pangan nasional di Papua kembali menjadi perhatian melalui peluncuran film dokumenter Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua. Film yang diproduksi Yayasan Wardhana Nawasena Network tersebut merekam transformasi kawasan Wanam di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang tengah dikembangkan sebagai salah satu kawasan strategis pengembangan pangan nasional.
Peluncuran film yang digelar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (9/7), juga menjadi ruang diskusi mengenai pembangunan Papua, tantangan ketahanan pangan, serta pentingnya literasi digital dalam menyikapi arus informasi di media sosial. Hadir dalam kegiatan itu antara lain Prof. Yudi Latif dan Pembina Yayasan Wardhana Nawasena Network, Dean Ramella.
Yudi mengatakan Papua memiliki arti penting bagi Indonesia, baik dari aspek sejarah, ekologi, maupun geopolitik. Menurut dia, kekayaan hayati dan sumber daya alam yang dimiliki Papua merupakan modal strategis yang perlu dikelola secara berkelanjutan untuk mendukung masa depan bangsa.
"Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan menjadi perhatian dunia. Keunikan flora, fauna, serta potensi sumber dayanya merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia," ujar Yudi.
Sementara itu, Dean Ramella menilai pembangunan menuju kemandirian pangan dan energi membutuhkan dukungan masyarakat yang mampu menyikapi informasi secara kritis. Menurut dia, media sosial telah menjadi ruang yang sangat berpengaruh dalam membentuk persepsi publik terhadap berbagai isu strategis nasional.
"Ketika Indonesia berupaya mewujudkan kemandirian melalui swasembada pangan dan energi, akan selalu ada tantangan. Karena itu masyarakat perlu memiliki kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu terverifikasi," katanya.
Dean menambahkan, literasi digital menjadi semakin penting agar masyarakat dapat membedakan informasi yang berbasis fakta dengan narasi yang berkembang di ruang digital.
Film Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua mengisahkan perubahan yang terjadi di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kawasan yang sebelumnya didominasi lahan rawa dan memiliki keterbatasan akses transportasi kini mulai berkembang melalui pembangunan infrastruktur pendukung pertanian.
Dokumenter tersebut menampilkan pembangunan jalan, sistem pengairan, drainase, hingga penerapan teknologi pertanian yang disesuaikan dengan karakteristik lahan rawa. Transformasi itu menjadi bagian dari pengembangan kawasan pangan nasional yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) guna memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.
Selain pembangunan fisik, film juga menyoroti keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pengembangan kawasan. Berbagai aktivitas pembangunan membuka peluang ekonomi baru melalui pengolahan lahan, pembangunan jalan produksi, hingga sektor jasa pendukung lainnya.
Dokumenter itu turut memperlihatkan panen padi di kawasan Wanam pada 2025 sebagai simbol perubahan kawasan rawa menjadi lahan pertanian produktif. Momen tersebut tidak hanya menggambarkan peningkatan produksi pangan, tetapi juga harapan terhadap terbukanya lapangan kerja, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan yang tetap memperhatikan nilai budaya dan kearifan lokal Papua.
Melalui dokumenter tersebut, Yayasan Wardhana Nawasena Network berharap masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai dinamika pembangunan di Papua, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik.