Rabu 08 Jul 2026 14:40 WIB

Biohacker Bryan Johnson yang Jalani Rutinitas Kesehatan Ekstrem Didiagnosis Autoimun Gastritis

Selama bertahun-tahun ia tak mengetahui tubuhnya mengembangkan penyakit itu.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Miliarder teknologi sekaligus biohacker Bryan Johnson. Dia mengungkap bahwa dirinya didiagnosis menderita penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan yaitu autoimun gastritis (AIG).
Foto: Dok. Instagram/@bryan_johnson
Miliarder teknologi sekaligus biohacker Bryan Johnson. Dia mengungkap bahwa dirinya didiagnosis menderita penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan yaitu autoimun gastritis (AIG).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Miliarder teknologi sekaligus biohacker Bryan Johnson menghadapi tantangan besar dalam mencapai misinya untuk "mengalahkan" kematian. Pria berusia 48 tahun itu mengungkap bahwa dirinya didiagnosis menderita penyakit autoimun yang tidak dapat disembuhkan yaitu autoimun gastritis (AIG).

Johnson dikenal luas karena mengembangkan program biohacking ekstrem bernama Blueprint, yang dirancang untuk memperlambat penuaan. la pun rajin mendokumentasikan rutinitas kesehatan ekstremnya di media sosial. Namun pada Selasa (30/6/2026), ia mengumumkan diagnosis autoimun tersebut.

Baca Juga

"Perut saya memakan dirinya sendiri," kata Johnson.

la menjelaskan autoimun gastritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel sehat pada lapisan dinding lambung. Menurut Johnson, selama bertahun-tahun ia tidak mengetahui bahwa tubuhnya mengembangkan penyakit tersebut. la menduga kondisi itu terkait dengan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula, jauh sebelum memulai program biohacking.

“Sebagai seorang anak, saya makan sereal manis, minum soda manis, dan menyalakan makanan cepat saji,” kata Johnson dikutip dari Independent, Rabu (8/7/2026).

la mengatakan dirinya sempat menjalani pola hidup yang sehat pada awal usia 20-an. Namun, setelah menjadi ayah muda dari tiga anak dan mulai membangun bisnis, ia mengalami tekanan besar akibat tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

“Saat menghadapi tekanan dan perjuangan membangun bisnis, saya membiarkan kesehatan saya menurun dan berat badan saya bertambah 40 pon (sekitar 18 kilogram),” kata dia.

Johnson mengatakan, beberapa tahun setelah itu ia pun mengalami depresi kronis yang mendalam. Saya kira dalam periode tersebut tubuhnya mulai mengembangkan autoimun yang kemudian mempengaruhi kelenjar tiroid dan lapisan lambungnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi