REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minuman berenergi menjadi minuman andalan bagi pekerja shift malam, pelajar, hingga atlet yang membutuhkan tambahan energi secara instan saat berolahraga atau menjalani aktivitas yang konsentrasi tinggi. Namun di balik manfaat tersebut, konsumsi minuman berenergi dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut.
Dokter gigi spesialis ortodonti, dr Jaineel Parekh, mengatakan banyak orang telah mengetahui bahwa makanan atau minuman tinggi gula dapat menyebabkan gigi berlubang. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa minuman berenergi dapat memberikan dampak yang lebih buruk terhadap kesehatan gigi karena tidak hanya mengandung gula, tetapi juga memiliki kadar asam yang tinggi.
Seiring meningkatnya konsumsi minuman energi, dr Parekh mengungkap lima alasan mengapa minuman berenergi dapat merusak kesehatan gigi. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin (6/7/2026):
1. Kadar gula tinggi dalam minuman energi
Dokter Parekh menjelaskan, banyak produk minuman berenergi yang dijual di pasaran mengandung gula dalam jumlah besar. Kandungan gula tersebut menjadi sumber makanan bagi bakteri berbahaya di dalam mulut. Bakteri kemudian menghasilkan asam yang mengikis enamel gigi, yaitu lapisan pelindung keras yang menutupi bagian luar gigi. Kerusakan pada email dapat meningkatkan risiko terjadinya gigi berlubang.
2. Sifat asam minuman energi
Menurut dr Parekh, memilih produk berlabel bebas gula tidak berarti terbebas dari risiko kerusakan gigi. Minuman berenergi tanpa gula tetap berpotensi membahayakan kesehatan gigi karena umumnya mengandung berbagai jenis asam, seperti asam sitrat dan asam fosfat.
"Asam-asam tersebut memberikan rasa pada minuman berenergi, namun pada saat yang sama mengikis enamel gigi secara bertahap. Setelah enamel mengalami kerusakan, lapisan tersebut tidak dapat tumbuh kembali sehingga gigi menjadi lebih sensitif terhadap noda maupun kerusakan gigi," kata dia.