REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar mengharukan datang dari Kerajaan Inggris. Di tengah masa pemulihannya yang terus membaik, Kate Middleton erhasil menyelesaikan salah satu tantangan fisik ekstrem di Britania Raya yaitu National Three Peaks Challenge.
Princess of Wales itu mendaki tiga puncak tertinggi di Skotlandia, Inggris, dan Wales hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Aksi ini dilakukan sebagai sebuah kampanye khusus untuk menyoroti kehidupan nyata seseorang setelah berjuang melawan diagnosis kanker.
Melalui unggahan resmi di media sosial pada Ahad (28/6/2026), Middleton membagikan foto dirinya saat berhasil berdiri di puncak Ben Nevis, Skotlandia. Dalam foto yang diambil pada Sabtu malam sebelumnya, ibu tiga anak ini tampak tersenyum lebar dengan mengenakan jaket tebal dan perlengkapan mendaki lengkap. Senyum tersebut menyiratkan sebuah kemenangan besar, bukan hanya atas medan gunung yang terjal, tetapi juga atas badai kesehatan yang sempat mengguncang hidupnya selama beberapa tahun terakhir.
Tantangan National Three Peaks yang dijalani Kate bukan hal mudah bagi pendaki biasa, apalagi bagi seseorang yang baru saja melewati masa-masa berat pengobatan kanker. Istana mengonfirmasi bahwa Middleton mendaki ketiga puncak tersebut, yakni Ben Nevis di Skotlandia, Scafell Pike di Inggris, dan Snowdon di Wales, secara solo atau seorang diri. Sepanjang rute yang melelahkan tersebut, ia hanya didampingi dan dipantau oleh tim Penyelamat Gunung (Mountain Rescue) demi menjaga keamanan.
Berdasarkan data resmi pendakian, tantangan ini mencakup jalur lintas alam sejauh 23 mil atau sekitar 37 kilometer dengan total kenaikan elevasi mencapai 10.052 kaki (sekitar 3.063 meter) di atas permukaan laut. Namun, rasa lelah yang mendera sang Putri terbayar lunas ketika ia mencapai titik akhir di puncak Snowdon.
Di sana, ia disambut dengan pelukan hangat oleh suaminya, Pangeran William, bersama ketiga buah hati mereka, Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis. Tidak ketinggalan, kedua orang tua Kate, Carole dan Michael Middleton, serta sang adik, James Middleton, turut hadir memberikan dukungan moral yang luar biasa di garis finis.
View this post on Instagram
Melalui sebuah pesan mendalam yang menyertai unggahan fotonya, dia membagikan refleksi personal yang sangat menyentuh hati mengenai alasan di balik keputusan nekatnya ini. Ia membuka tulisannya dengan menggambarkan betapa mengerikannya momen ketika seseorang divonis menderita penyakit mematikan.
"Setiap tahun, ratusan ribu orang di negara ini mendengar kata-kata yang paling tidak ingin didengar oleh siapa pun. Apa yang terjadi setelahnya adalah sebuah jalan yang menguji setiap bagian dari siapa diri kita yang sebenarnya: secara fisik, emosional, psikologis, dan spiritual. Dampak dari tantangan ini menyebar luas ke luar, menyentuh keluarga, persahabatan, dunia kerja, hingga momen-momen sunyi yang kita habiskan sendirian dengan pikiran kita sendiri," tulisnya dilansir laman People.