REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jokes bapak-bapak dikenal dengan candaannya yang receh namun bisa membuat banyak orang tertawa. Selain menghibur, ternyata jokes bapak-bapak, terutama ketika dilontarkan seorang ayah kepada keluarganya, bisa memberi manfaat kesehatan.
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa permainan kata yang konyol seperti halnya jokes bapak-bapak dapat mengubah kimia tubuh dan menurunkan stres. Selain itu, candaan ala ayah tersebut dapat mempererat bonding antaranggota keluarga dan meningkatkan kesehatan otak.
Menurut studi yang dipublikasikan di PsyArXiv, jokes bapak-bapak biasanya memiliki ciri khas tersendiri dalam struktur, isi, dan teknik komedinya. Ketika menganalisa ribuan contoh "dad jokes", peneliti menemukan bahwa humor ala ayah sangat bergantung pada permainan kata dan plesetan.
Peneliti sekaligus psikolog dari Universitas Nort Carolina, Paul J Silvia, mengatakan struktur yang mudah ditebak ini membuat jokes bapak-bapak dapat dinikmati oleh banyak orang. Karenanya, hal itu dapat menciptakan gelak tawa di antara anggota keluarga.
"Berbeda dengan komedi yang lebih kompleks dan membutuhkan konteks tertentu, dad jokes biasanya hanya lebih simpel. Materi candaan yang dapat diprediksi ini membuat lelucon bapak-bapak mudah dipahami secara luas dan bisa memicu gelak tawa lintas generasi," kata peneliti dikutip dari Fox News, Senin (22/6/2026).
Para peneliti menjelaskan bahwa tertawa dapat memengaruhi kimia tubuh. Saat seseorang tertawa, kadar hormon stres seperti kortisol dan epinefrin menurun. Pada saat yang sama, tubuh meningkatkan produksi zat kimia yang berhubungan dengan perasaan bahagia, termasuk dopamin, serotonin, dan endorfin.
Manfaat tersebut juga didukung oleh tinjauan ilmiah yang diterbitkan pada 2023 di jurnal PLOS One. Tinjauan itu menemukan bahwa satu sesi tertawa dapat menurunkan kadar kortisol lebih dari 36 persen. Penurunan hormon stres ini diketahui mengaktifkan area otak seperti korteks prefrontal, yang berperan dalam membantu manusia memproses ide dan konsep yang kompleks.