REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Nvidia, Jensen Huang, menilai kecerdasan buatan (AI) akan memicu revolusi industri baru yang mengubah lanskap pekerjaan global dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Meski sejumlah pekerjaan diperkirakan hilang, ia meyakini AI juga akan melahirkan banyak profesi baru yang saat ini belum terbayangkan.
“Teknologi ini akan membentuk setiap pekerjaan. Beberapa pekerjaan mungkin tidak lagi diperlukan. Banyak pekerjaan baru akan diciptakan di luar imajinasi kita saat ini,” kata Huang saat menerima penghargaan IEEE Medal of Honor, dikutip beberapa waktu lalu.
Huang menegaskan profesi insinyur atau engineer akan menjadi salah satu bidang paling penting di era AI. Menurut dia, para insinyur memiliki peran strategis dalam memastikan teknologi berkembang secara aman dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Para insinyur adalah orang-orang yang mengambil sebuah penemuan dan mengembangkannya sehingga aman, bermanfaat, dan transformatif bagi masyarakat,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Fortune.
Jensen Huang juga memberi sinyal bahwa era AI akan sangat membutuhkan profesi yang berhubungan dengan kreativitas, sains, pengelolaan sistem, dan kemampuan manusiawi yang sulit digantikan mesin. Beberapa profesi yang sangat dibutuhkan adalah sebagai berikut:
Peneliti AI dan ilmuwan data
Mereka mengembangkan model AI, melatih sistem, dan memastikan AI bisa digunakan untuk kebutuhan nyata.
Software engineer dan AI developer
Huang berulang kali menyebut software sebagai “otak” revolusi AI. Kebutuhan pengembang aplikasi AI diperkirakan terus melonjak.
Robotics engineer
Karena AI akan terhubung dengan robot industri, kendaraan otonom, hingga manufaktur pintar.
Ahli keamanan siber
Semakin banyak sistem berbasis AI berarti ancaman digital juga meningkat. Perlindungan data dan infrastruktur jadi sangat vital.
Peneliti sains dan kesehatan
Nvidia banyak mendorong penggunaan AI untuk penemuan obat, bioteknologi, simulasi protein, dan riset medis.
Desainer produk dan kreator kreatif
Huang beberapa kali mengatakan AI justru memperbesar kemampuan manusia untuk mencipta—baik di desain, film, gim, animasi, maupun media.
Guru dan pelatih AI literacy
Karena menurut Huang, hampir semua orang nantinya perlu memahami cara menggunakan AI secara efektif.
Manajer produk dan problem solver
Orang yang mampu memahami kebutuhan manusia lalu menerjemahkannya menjadi solusi teknologi akan sangat dibutuhkan.
Pekerjaan berbasis empati dan interaksi manusia
Seperti tenaga kesehatan, psikolog, pemimpin tim, hingga profesi pelayanan yang membutuhkan kepercayaan dan emosi manusia.
Bukan Sekadar Teknologi Baru
Pria kelahiran Taiwan itu mengatakan AI bukan sekadar teknologi baru, melainkan peluang besar untuk menciptakan industri dan lapangan kerja baru. Ia menyebut dunia saat ini sedang memasuki awal revolusi industri baru yang digerakkan oleh AI.