Rabu 08 Apr 2026 16:17 WIB

Studi: Sulit Mengingat Mimpi Pertanda Dini Alzheimer

Perubahan neurodegeneratif sebabkan otak produksi mimpi yang kurang jelas.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari
Wanita penderita Alzheimer mendengarkan musik (ilustrasi).
Foto: Dok. Freepik
Wanita penderita Alzheimer mendengarkan musik (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesulitan mengingat mimpi pada usia lanjut dapat menjadi tanda awal perubahan biologis yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Hal ini merujuk pada studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Center for Healthy Brain Ageing (CHeBA) University of New South Wales.

Penelitian menemukan, individu yang tidak dapat mengingat mimpi mengalami penurunan kognitif hingga dua kali lebih cepat dibandingkan mereka yang masih mampu mengingat mimpi. Darren Lipnicki, peneliti CHeBA sekaligus penulis utama studi, menjelaskan bahwa fenomena ini bisa menjadi indikator awal yang sederhana namun kuat.

Baca Juga

"Orang lanjut usia yang tidak mengingat mimpi mungkin sudah menunjukkan tanda-tanda awal penyakit Alzheimer, bahkan jika fungsi ingatan mereka masih terlihat normal," kata Lipnicki seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (8/4/2026).

Menurut Lipnicki, kondisi ini kemungkinan berkaitan dengan gangguan pada default mode network di otak. Ini merupakan sistem yang berperan dalam proses bermimpi sekaligus terlibat dalam perkembangan Alzheimer.

Lebih lanjut, penelitian ini menemukan orang yang sulit mengingat mimpi cenderung memiliki gen yang meningkatkan risiko Alzheimer, serta kadar biomarker darah p-tau217 yang lebih tinggi. Hubungan ini tetap terlihat meskipun performa memori individu masih tergolong normal.

"Temuan ini bisa menunjukkan otak mulai menghasilkan lebih sedikit mimpi atau mimpi yang kurang jelas sejak tahap awal, akibat perubahan neurodegeneratif," tambah dia.

Penelitian juga mencatat peserta yang sejak awal melaporkan tidak pernah mengingat mimpi memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami demensia dalam kurun waktu satu dekade berikutnya. Karena kemampuan mengingat mimpi dapat dinilai hanya melalui satu pertanyaan sederhana, para peneliti menilai metode ini berpotensi menjadi cara skrining yang murah dan mudah diterapkan secara luas untuk mendeteksi risiko Alzheimer lebih dini dibandingkan metode yang ada saat ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement